Selasa, 26 Oktober 2021

Tugas Materi Presentasi Kelompok 2 "Ejaan Yang disempurnakan"

 

1.     1. Jelaskan pengertian dan fungsi dari ejaan bahasa Indonesia?

Mengutip dari buku Esai Penerapan Ejaan Bahasa Indonesia (2020) karya Widya Fitriantiwi, yang dimaksud ejaan adalah kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa supaya keteraturan dan keseragaman dalam penulisan bahasa dapat tercapai.

 

Menurut Siti Mutmainah dalam buku Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (2019), ejaan harus diterapkan dalam penulisan bahasa. Ejaan memiliki sejumlah fungsi penting, yaitu:

·        Landasan pembakuan tata bahasa Penggunaan ejaan dalam penulisan bahasa akan membuat tata bahasa yang digunakan semakin baku.

·         Landasan pembakuan kosa kata serta istilah Tidak hanya membuat tata  bahasa semakin baku, ejaan juga membuat pemilihan kosa kata dan istilah mennadi lebih baku.

·        Penyaring masuknya unsur bahasa lain ke bahasa Indonesia Ejaan juga memiliki fungsi penting sebagai penyaring bahasa lain ke bahasa Indonesia. Sehingga dalam penulisannya tidak akan menghilangkan makna aslinya.

·        Membantu pemahaman pembaca dalam mencerna informasi Penggunaan ejaan akan membuat penulisan bahasa lebih teratur. Hal ini membuat pembaca semakin mudah dalam memahami informasi yang disampaikan secara tertulis.

 

2.    2.   Sebutkan komponen-komponen ejaan dalam bahasa Indonesia?

·         pemakaian huruf

·         penulisan kata

·         pemakaian tanda baca

·         penulisan unsur serapan

 

 

3.     3.  Jelaskan ejaan-ejaan yang pernah berlaku di Indonesia?

1) Ejaan van Ophuijsen

Pada tahun 1901 ditetapkan ejaan bahasa Melayu dengan huruf latin yang  disebut dengan Ejaan van Ophuijsen. Van Ophuijsen merancang ejaan tersebut  dibantu oleh Engku Namawi dan Engku Ibrahim. Hal-hal yang menonjol dalam  ejaan berupa (1) huruf j untuk menuliskan kata-kata: jang, pajah, sajang dan (b) huruf oeuntuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer.

 

2) Ejaan Soewandi

Pada tanggal 19 Maret 1947 ejaan Soewandi diresmikan dan diberi julukan ejaan   Republik. Hal-hal yang menonjol dalam ejaan ini adalah (1) huruf oe diganti dengan u, seperti pada kata: guru, itu, umur dan (2) kata ulang boleh ditulis dengan angka-2, seperti: anak2, berjalan2, kebarat2an.

 

3) Ejaan Melindo

Pada akhir tahun 1959 sidang pemutusan Indonesia dan Melayu (Slametmulyana-Syeh Nasir bin Ismail, Ketua) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia). Perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya antara Indonesia dengan Malaysia mengurungka peresmian ejaan ini.

 

4) Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD)

Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan    pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagai patokan pemakian ejaan itu.

 

4.      4. Berapa macam cara yang dapat dilakukan untuk pemenggalan kata pada kata dasar?Sebutkan dan beri contoh!

Pemenggalan kata dasar

·         Huruf vokal

Jika dalam suatu kata terdapat huruf vokal yang berurutan, maka pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf vokal tersebut.

 Misalnya:

 Saat dipenggal menjadi sa-at.

 Riuh dipenggal menjadi ri-uh.

            Buang dipenggal menjadi bu-ang.

 

 

·         Huruf diftong

       Huruf diftong yaitu ai, au, ei, dan oi tidak dipenggal,
             contohnya:
              Landai dipenggal menjadi lan-dai.
              Aula dipenggal menjadi au-la.
              Survei dipenggal menjadi sur-vei.

·         Huruf konsonan

Jika di tengah suatu kata terdapat huruf konsonan, maka pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan tersebut.

Misalnya:

Dengan dipenggal menjadi de-ngan.
Negara dipenggal menjadi ne-ga-ra.
Mufakat dipenggal menjadi mu-fa-kat.

Namun jika di tengah kata terdapat dua huruf konsonan yang berhimpitan, maka pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf konsonan tersebut.
       Misalnya:

       Tampung dipenggal menjadi tam-pung.
        Lampu dipenggal menjadi lam-pu.
       Swasta dipenggal menjadi swas-ta.

Jika ditengah kata terdapat tiga huruf konsonan yang berhimpitan. Maka pemenggalannya dilakukan antara perbedaan bunyinya, seperti:

 Bangsa dipenggal menjadi bang-sa.
 Diskrit dipenggal menjadi dis-krit.
Tanggung dipenggal menjadi tang-gung.

  Kata turunan

Pemenggalan kata turunan dapat dilakukan dengan memenggal antara kata dasar dan unsur pembentuknya sehingga membentuk morfem.

Misalnya kata turunan memperbesar bisa dipenggal menjadi mem-per-besar untuk mempertahankan maknanya.

 Contoh lain pemenggalan kata turunan berdasarkan kata dasar dan unsur turunnya adalah:

 

Berbicara menjadi ber-bicara
Merasa menjadi me-rasa
Membantu menjadi mem-bantu
Terkuat menjadi ter-kuat
Merasakan menjadi me-rasakan
Mem-pertanggungjawabkan

Adapun pemenggalan kata turunan dapat dilakukan dengan memenggal unsur turunan juga kata dasarnya menjadi bentuk yang lebih kecil. Pemenggalan kata dasar disesuaikan dengan aturan sebelumnya, contohnya:

Menaruh menjadi me-na-ruh
 Tertangkap menjadi ter-tang-kap
 Memberikan menjadi mem-be-ri-kan
 Menanggung menjadi me-nang-gung
 Pemimpin menjadi pe-mim-pin

            Nama orang

Pemenggalan kata menjadi bentuk yang lebih kecil tanpa makna tidak berlaku dalam nama orang.

Misalnya nama Muhammad Hatta tidak boleh ditulis sebagai Muhammad Hat-ta. Tetapi jika penulisan ada di ujung kertas maka boleh ditulis dengan:

Muhammad - Hatta Selain nama orang, aturan ini juga berlaku untuk nama badan hukum, lembaga, dan organisasi. Adapun singkatan nama diri dan gelar yang terdiri atas dua huruf sebaiknya tidak dipenggal.

Misalnya:

Nama R.A. Kartini jangan ditulis dengan R. – A. Kartini Tetapi harus disatukan menjadi R.A. Kartini Atau ditulis dengan R.A – Kartini.

 

5.   5.   Pada hari itu dia pergi kepantai, baju yang dia pakai terlihat sangat cantik. Angin sepoi sepoi membuat rambutnya berkibas. Saudara saudaranya sangat pandai mendandaninya. Kata seorang penjaga pantai, amboi malaikat dari manakah ini.

Sebutkan ada berapakah huruf diftong yang terdapat pada paragraf diatas?

Pantai, Pakai, Sepoi, Pandai, Amboi, Saudara

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MOTIVASI

Semua orang perlu motivasi dalam kehidupannya dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lansia. Yang membedakan hanya tujuan, motivasi dapat di...