Minggu, 27 November 2022

MOTIVASI

Semua orang perlu motivasi dalam kehidupannya dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lansia. Yang membedakan hanya tujuan, motivasi dapat digambarkan sebagai arah dan ketekunan tindakan. Hal ini berkaitan dengan mengapa orang memilih tindakan tertentu daripada yang lain, dan mengapa mereka melanjutkan tindakan yang dipilih, seringkali dalam jangka waktu yang lama dan dalam menghadapi kesulitan dan masalah. Sebelum itu, sebagai mahasiswa perlu mengetahui motivasi dalam hal pekerjaan karena pada dasarnya setelah lulus mahasiswa akan menempuh kehidupan yang sebenarnya yaitu pekerja. Hal-hal dasar yang bisa dimulai dalam mata kuliah Perilaku Organisasi.

Mata kuliah Perilaku Organisasi didapatkan pada semester tiga di Institut Manajemen Wiyata IndonesiaPada mata kuliah ini dibahas berbagai topik salah satunya akan saya bahas pada tulisan ini yaitu Motivasi dan Kepuasan Kerja. Namun hal yang paling penting dari mata kuliah ini adalah setelah kita mempelajari topik yang sudah diberikan masing-masing kelompok, mahasiswa berkesempatan  mengimplementasikan keterampilan  menyusun karya ilmiah pada tugas akhir mata kuliah ini.

Yang  diambil secara khusus dan  akan dibahas lebih lanjut pada tulisan ini adalah Motivasi dan Kepuasan Kerja. Konsep yang mendasari motivasi adalah beberapa kekuatan pendorong dalam individu dimana mereka berusaha untuk mencapai beberapa tujuan untuk memenuhi beberapa kebutuhan atau harapan.Perilaku orang ditentukan oleh apa yang memotivasi mereka. Kinerja mereka adalah produk dari tingkat kemampuan dan motivasi. Motivasi adalah dasar dari semua aktivitas organisasi. Manajer perlu mengetahui cara terbaik untuk mendapatkan kerjasama dan motivasi staf, dan mengarahkan upaya mereka untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi. Semakin tinggi motivasi tenaga kerja, semakin besar kemungkinan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan dan sasarannya. Meskipun motivasi adalah kontributor yang diperlukan untuk kinerja pekerjaan, itu bukan satu satunya. Selain kemampuan, motivasi juga merupakan kombinasi tingkat keterampilan, pengetahuan tentang cara menyelesaikan tugas, perasaan, dan emosi serta kondisi memfasilitasi dan menghambat yang tidak berada dibawah kendali individu.

Berbagai kebutuhan dan harapan di tempat kerja dapat dikategorikan dalam beberapa cara – misalnya :

Motivasi ekstrinsik 
Terkait dengan penghargaan 'nyata' seperti gaji dan tunjangan, keamanan, promosi, kontrak layanan, lingkungan kerja dan kondisi kerja. Imbalan nyata seperti itu sering ditentukan pada tingkat organisasi dan mungkin sebagian besar berada di luar kendali manajer individu.

Motivasi intrinsik 
Terkait dengan penghargaan 'psikologis' seperti kesempatan untuk menggunakan kemampuan seseorang, rasa tantangan dan pencapaian, menerima penghargaan, pengakuan positif dan diperlakukan dengan cara yang penuh perhatian dan perhatian. Imbalan psikologis adalah yang biasanya dapat ditentukan oleh tindakan dan perilaku manajer individu

Kompleksitas motivasi dan kurangnya solusi siap pakai atau jawaban tunggal untuk memotivasi orang di tempat kerja memunculkan banyak teori yang bersaing. Teori isi berusaha menjelaskan hal-hal spesifik yang benar-benar memotivasi individu di tempat kerja. Teori-teori ini berkaitan dengan mengidentifikasi kebutuhan orang dan kekuatan relatif mereka, dan tujuan yang mereka kejar untuk memenuhi kebutuhan ini.

Kepuasan kerja adalah kompleks dan beragam, dan dapat berarti hal yang berbeda untuk orang yang berbeda. Ini lebih merupakan sikap, keadaan internal dan misalnya dapat dikaitkan dengan perasaan pencapaian pribadi, baik kuantitatif maupun kualitatif. Tidak diragukan lagi ada hubungan integral antara motivasi, kepuasan dan kinerja tetapi sifat yang tepat dari hubungan ini adalah masalah perdebatan yang berkelanjutan.

Dimensi Kepuasan 
Kerja Tingkat kepuasan kerja dipengaruhi oleh berbagai variabel yang berkaitan dengan faktor individu, sosial, budaya, organisasi dan lingkungan. 
1. Faktor individu meliputi kepribadian, pendidikan dan kualifikasi, kecerdasan dan kemampuan, usia, status perkawinan, orientasi kerja. 
2. Faktor sosial meliputi hubungan dengan rekan kerja, kerja kelompok dan norma, kesempatan untuk berinteraksi, organisasi informal. 
3. Faktor budaya meliputi etnis, sikap, keyakinan, dan nilai yang mendasarinya. 
4. Faktor organisasi meliputi sifat dan ukuran , struktur formal, kebijakan sdm dan proses pekerjaan, teknologi dan organisasi kerja, gaya kepemimpinan, sistem menejemen, kondisi kerja 
5. Faktor lingkungan meliputi ekonomi, sosial, teknis dan pemerintahan

Faktor-faktor yang berbeda ini semuanya mempengaruhi kepuasan kerja individu tertentu dalam serangkaian keadaan tertentu tetapi tidak harus pada orang lain. Misalnya pada saat depresi ekonomi dan ketakutan akan pengangguran yang tinggi, keamanan kerja mungkin menjadi perhatian utama.

Dengan ini diharapkan kita bisa memahami diri sendiri dan organisasi serta terus belajar dan berusaha serta membentuk organisasi yang semakin tinggi motivasi tenaga kerja, semakin besar kemungkinan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan dan sasarannya.


 




Senin, 21 November 2022

Implementasi dari Resiko dan Imbal Hasil dengan Portofolio

 Fania Septiany, Institut Manajemen Wiyata Indonesia

Mahasiswa merupakan masa memasuki masa dewasa yang pada umum berada pada rentang usia 18-25 tahun, pada masa tersebut mahasiswa memiliki tanggung jawab terhadap masa perkembangannya, termasuk memiliki tanggung jawab terhadap kehidupannya dimana sangat penting untuk individu tersebut mengetahui bagaimana cara mengelola keuangan pribadi termasuk berinvestasi dengan tujuan memenuhi kebutuhan di masa depan (Ni Made Dwiyana Rasuma Putri, 2017). Membangun   minat   mahasiswa   untuk   berinvestasi   diperlukan   langkah-langkah  pendahuluan  yang  mendorong  munculnya  minat  tersebut.  Salah  satu  faktor penentunya  adalah  tingkat  pengetahuan.

Dibandingkan  dengan  Negara  lain, minat masyarakat  Indonesia  untuk melakukan investasi di  pasar  modal terbilang  cukup  rendah  yaitu berjumlah  0,15%  penduduk Indonesia  (Pajar,  2017). Halim  (2005)  menyatakan  bahwa  untuk melakukan investasi di pasar modal diperlukan pengetahuan yang cukup, pengalaman serta  naluri  bisnis  untuk  menganalisis  efek-efek  mana  yang  akan  dibeli.  Pengetahuan yang   memadai   sangat   diperlukan   untuk   menghindari   terjadinya   kerugian   saat berinvestasi di pasar modal, seperti pada instrumen investasi saham.

Diantara berbagai instrumen investasi , saham merupakan instrumen yang paling besar risikonya sehingga pada umumnya unbal hasil saham jauh lebih tinggi dibandingkan instrumen lainnya. Saham  dikenal  dengan  karakteristik  imbal  hasil  tinggi, resiko tinggi (high  risk,  high return) begitu juga sebaliknya. Artinya saham merupakan surat berharga yang memberikan   peluang keuntungan  tinggi  namun juga  berpotensi  resiko  tinggi  (Darmadji  dan  Fakhruddin, 2015:10).

Pada dasamya risiko tidak dapat dihindari tetapi investor dapat meminimalisir risiko dengan melakukim diversifikasi dengan cara menempatkim dana pada berbagai instrumen investasi sehingga terbentuk portofolio investasi yang optimal. Seberapa besar investor mau menanggung risiko sangat ditentukan oleh sikap investor terbadap risiko, apakah dia seorang penghindar risiko (risk averse), penyuka risiko (risk seeker), atau tidak peduli risiko (risk indifference). Sikap  investor  terhadap  risiko  akan  sangat  tergantung  kepada  preferensi investor  tersebut  terhadap  risiko.  Investor  yang  lebih  berani  akan  memilih  investasi yang memiliki risiko tinggi, yang diikuti tingkat keuntungan yang tinggi pula. Sebaliknya investor yang tidak mau menanggung risiko yang terlalu tinggi, tentunya tidak akan bisa mengharapkan tingkat keuntungan yang terlalu tinggi (Syahyunan, 2015:75).

Persentase keuntungan yang didapatkan yang berasal dari suatu jenis investasi yang dimiliki berdasarkan jangka waktu yang ditentukan merupakan pengertian return atau imbal hasil. Return adalah imbal hasil yang diperoleh dari investasi atau sering disebut tingkat pengembalian investasi (Rate of Return). Rate of Return dapat berupa return realisasi (realized rate of return) dan return ekspektasi (expected rate of return).

Return realisasi merupakan return yang telah terjadi yang dihitung  berdasarkan data historis. Return realisasi dari kepemilikan suatu investasi dalam satu periode tertentu, misalnya satu tahun merupakan kenaikan nilai investasi dibagi dengan investasi awal. Kenaikan nilai investasi tercermin pada selisih nilai investasi akhir periode dengan nilai awal periode. Berdasarkan return realisasi, investor dapat memprediksi return yang diharapkan akan terjadi dimasa yang akan datang. Return yang diharapkan inilah yang disebut expected rate of return.

Selain menggunakan data return realisasi secara historis, expected rate of return sering kali dikaitkan dengan prediksi aliran kas yang akan terjadi di masa yang akan datang. Prediksi aliran kas sangat dipengaruhi oleh kemungkinan kondisi ekonmni yang akan terjadi. Tingkat pengembalian investasi merupakan perbandingan antara aliran kas neto yang akan diterima dengan uang yang diinvestasikan.

Salah satu asumsi yang paling penting adalah bahwa semua investor tidak menyukai risiko/risk averse. Investor seperti ini jika dihadapkan pada dua pilihan, investasi yang menawarkan return yang sama dengan risiko yang berbeda akan cenderung memilih investasi dengan risiko yang lebih rendah.

Menurut Brigham and Daves, (2004), Risiko dalam suatu investasi itu secara umum dapat dibagi atas dua yaitu: Unsistimatik Risk atau Unique Risk, Sistematik Risk. Pertama, Unsistimatik Risk adalah risiko saham atau portofolio yang disebabkan oleh sekuritas atau permasalahan yang dihadapi oleh industri tertentu. Risiko ini dapat dihindari dengan melakukan diversifikasi. Kedua Sistematik Risk (Market Risk) risiko jenis kedua ini adalah resiko yang disebabkan oleh pergerakan pasar secara umum, seperti perubahan ekonomi suatu negara, perubahan pajak dan krisis energi dunia. Risiko ini tidak dapat diminimalkan dengan diversifikasi bahkan investor yang sudah melakukan diversifikasi dengan baik pun akan terkena dampaknya. Dua Klasifikasi risiko tersebut terdapat strategi untuk mengurangi tingkat yang ditanggung, yaitu dengan cara diversifikasi. Diversifikasi merupakan upaya membagi risiko investasi dalam bentuk portofolio. 

Menurut Bodie et al. (2014), membentuk portofolio, investor selalu ingin memaksimalkan return yang diharapkan dengan tingkat risiko tertentu yang bersedia ditanggungnya atau mencari portofolio yang menawarkan risiko terendah dengan tingkat return tertentu. Karakteristik portofolio seperti ini disebut sebagai portofolio yang efisien.

Penentuan portofolio optimal dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu: Portofolio optimal berdasarkan preferensi investor, Portofolio berdasarkan model Markowitz, Portofolio optimal degan aktiva bebas risiko atau Portofolio optimal dengan adanya simpanan dan pinjaman bebas risiko.

Referensi:

Ahmad Radoni and Muhammad Anwar Fathoni, Manajemen Investasi Syariah, ed. M. Masykur, 1st ed. (Salemba Diniyah, 2019), 48.

Bodie, Z., Alex Kane and A. J. Marcus. (2014). Investments and Portofolio.

Darmadji T., dan Fakhruddin, H. M. (2015). Pasar Modal di Indonesia. Jakarta: Salemba Empat.

Febriyanto, F. (2018). Keputusan Diversifikasi Portofolio Investasi Diera Mea. Fidusia: Jurnal Keuangan Dan Perbankan, 1(2). https://doi.org/10.24127/jf.v1i2.306

Halim, Abdul. (2015). Analisis Investasi di Aset Keuangan. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Halim, Abdul. 2005. "Analisis Investasi". Edisi ke- 2. Jakarta : Salemba

Hidayat, L., Muktiadji, N., & Supriadi, Y. (2019). Pengaruh Pengetahuan Investasi Terhadap Minat Mahasiswa Berinvestasi Di Galeri Investasi Perguruan Tinggi. JAS-PT (Jurnal Analisis Sistem Pendidikan Tinggi Indonesia), 3(2), 63-70. https://doi.org/10.36339/jaspt.v3i2.215

Ladamay, A. Z. F., Supriyanto, T., & Nugraheni, S. (2021). Pengaruh Media Sosial, Literasi Keuangan, Risiko, Imbal Hasil, dan Religiusitas Terhadap Minat Berinvestasi Sukuk Generasi Z di Jakarta. Islamic Economics Journal, 7(2), 161-185.https://doi.org/10.21111/iej.v7i2.6552

Ni Made Dwiyana Rasuma Putri and Henny Rahyuda, "Pengaruh Tingkat Financial Literacy Dan Faktor Sosiodemografi Terhadap Perilaku Keputusan Investasi Individu," E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana 9 (2017): 3407. https://doi.org/10.24843/EEB.2017.v06.i09.p09

Pajar, Rizki Chaerul, (2017). Pengaruh Motivasi Investasi Dan Pengetahuan Investasi Terhadap Minat Investasi Di Pasar Modal Pada Mahasiswa FE UNY. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.

Rifai, A. B. A. (2020). Analisis Risiko Imbal Hasil Pada Bank Syariah. Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam, 11(2), 226-234. https://doi.org/10.32507/ajei.v11i2.664

Syahyunan. (2013). Manajemen Keuangan. Medan: USU Press


Rabu, 16 November 2022

Membaca Melatih Kemampuan Berpikir dan Berinovatif?

 Fania Septiany, Mahasiswa Institut ManajemenWiyata Indonesia

Mahasiswa patut menggali serta mengembangkan potensi diri mereka, tidak hanya kegiatan dikampus saja apalagi hanya di kelas, mahasiswa mempunyai tugas penting menjadi agen perubahan dan pembangunan. Peran tersebut bisa dimulai dari hal yang paling dasar seperti membaca dan dapat diwujudkan dalam berbagai tulisan ilmiah yang berkualitas. Semakin banyak membaca judul dan abstrak riset maka akan semakin terbuka luas wawasan yang bisa dimiliki mahasiswa. Beberapa pakar menyebut ini sebagai exhaaustive reading, membaca sebanyak banyaknya dari berbagai sumber.  Hal-hal dasar yang mulai dilakukan ini kita dapatkan pada mata kuliah Penulisan dan Presentasi Ilmiah.

Mata kuliah Penulisan dan Presentasi Ilmiah didapatkan pada semester tiga di Institut Manajemen Wiyata Indonesia. Pada mata kuliah ini dibahas berbagai topik meliputi jenis karya tulis, pemilihan topik, pengembangan tinjauan pustaka, penghindaran plagiarisme, hingga penyusunan outline penelitian. Dari berbagai topik yang dibahas hanya diambil satu topik khusus untuk menjadi bahan tulisan ini. Namun hal yang paling penting dari mata kuliah ini adalah setelah kita mempelajari semua topik seputar penulisan karya tulis ilmiah mahasiswa berkesempatan  mengimplementasikan keterampilan  menyusun naskah karya tulis ilmiah pada tugas akhir mata kuliah ini.

Yang  diambil secara khusus dan  akan dibahas lebih lanjut pada tulisan ini adalah pemilihan topik. Topik adalah suatu isu atau pokok persoalan yang sifatnya masih umum dan abstrak, pada dasarnya merupakan pokok pembicaraan dalam keseluruhan tulisan yang digarap dan sebagai landasan yang dapat dipergunakan oleh seorang penulis untuk menyampaikan maksudnya. Aktivitas menulis tidak mungkin dilakukan tanpa topik. Oleh karena itu, kegiatan pertama yang harus dilakukan pada tahap pra penulisan ialah memilih topik (Diana Silaswati, 2018). 

Misalnya, isu mengenai Perilaku Organisasi, ini adalah topiknya, yang tentunya masih bersifat umum, permasalahan Perilaku Organisasi dalam hal apa masih belum jelas, oleh karenanya dikatakan bahwa topik masih bersifat umum dan abstrak. Sehingga langkah selanjutnya untuk membuat karya tulis ilmiah setelah diketahui topiknya, adalah pembatasan topik, kemudian menentukan tema dan judul.  

Sering sekali kita sebagai peneliti baru sering merasa kesusahan saat memulai tulisan. Maka dari itu sebelumnya dalam setiap penelitian, menurut Suyanto (1995) penentuan ruang lingkup adalah salah satu langkah penting yang harus dilakukan. Bila hal ini tidak dilakukan maka peneliti kemungkinan besar akan selalu tergoda untuk terus menggali data-data yang sebenarnya kurang berkaitan dengan tujuan dan masalah inti penelitiannya. Sering terjadi, peneliti demikian bersemangat untuk meneliti dan menelusuri suatu persoalan, sehingga ia tidak sadar akan kesukaran-kesukaran yang pasti di hadapinya karena objek penelitiannya terlampau luas. Dengan menentukan ruang lingkup, kegiatan penelitian tak akan melebar dan melantur ke sana ke mari tanpa kontrol, untuk kemudian kehilangan fokus (Diana Silaswati, 2018).

Dalam penelitian pun sebagai mahasiswa bahwasan nya sangat perlu memantau berita yang up to date diluar dan didalam negeri sehingga penelitian yang dibuat bisa membantu  menciptakan ke inovativan  untuk bangsa yang lebih maju lagi.

MOTIVASI

Semua orang perlu motivasi dalam kehidupannya dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lansia. Yang membedakan hanya tujuan, motivasi dapat di...