Selasa, 30 November 2021

TUGAS MATERI KELOMOK 6 "PARAGRAF"

1. Jelaskan apakah paragraf harus menjorok kedalam?

    Paragraf, Menurut Sullivan (1976:1-3) adalah salah satu bagian tulisan yang tersusun dari sekelompok kalimat yang mengekspresikan satu gagasan pokok. Permulaan paragraf dalam satu tuliasan ditandai oleh indentasi yaitu ruang kosong (bagian yang dimasukan agak kedalam) pada halaman tulisan. Jadi paragraf harus menjorok kedalam yang sudah dikemukakan oleh Sullivan dan menjadi ciri suatu paragraf.


2. Sebutkan ciri-ciri paragraf?

Disimpulkan sembilan ciri-ciri paragraf, secara berturut-turut berikut ini:

1) paragraf merupakan kesatuan gagasan;

2) paragraf hanya mengandung satu pikiran atau gagasan pokok;

3) paragraf juga mempunyai pikiran penjelas yang berfungsi memperinci atau memperjelas gagasan         pokok;

4) paragraf terdiri atas kalimat kalimat : kalimat topik mewakili gagasan pokok dan kalimat penjelas         mewakili pikiran penjelas;

5) paragraf hanya memiliki satu kalimat topik, sedangkan kalimat penjelas boleh lebih dari satu;

6) paragraf mempunyai kalimat yang jumlahnya relatif, sesuai dengan tujuan paragraf tersebut;

7) paragraf merupakan bagian dari karangan yang lebih besar, tetapi banyak persamaannya dengan            karangan utuh;

8) paragraf berfungsi memudahkan pembaca memahami isi tulisan secara keseluruhan;

9) paragraf diawali oleh indentasi.

3. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis paragraf? 

    Jika dilihat dari letak kalimat topik nya, paragraf dibedakan menjadi empat jenis. Pertama, paragraf deduktif, yaitu paragraf yang kalimat topik nya terletak pada awal paragraf. Kedua, paragraf induktif yaitu yang paragraf yang kalimat  topik nya berada pada atau menjelang akhir paragraf. Ketiga, paragraf campuran yaitu paragraf yang kalimat topik nya terletak pada awal dan diulangi lagi pada akhir paragraf itu dengan kalimat yang bervariasi. Keempat, paragraf merata yaitu paragraf yang kalimat topiknya tidak dinyatakan secara eksplisit dengan satu kalimat tertentu, tetapi gagasan pokoknya harus disimpulkan dari semua kalimat yang membangun paragraf itu.

    Berdasarkan isinya paragraf juga terdiri dari empat jenis. Pertama, paragraf ekspositori atau eksposisi yaitu paragraf yang menyajikan fakta, kenyataan, konsep dan secara apa adanya, sesuai dengan kenyataannya. Kedua, paragraf argumentasi yaitu paragraf yang isinya  berupa pembahasan tentang sesuatu yang disertai alasan, bukti, dan atau pendapat. Ketiga, paragraf narasi yaitu paragraf yang menyajikan cerita atau peristiwa bedasarkan waktu dan kejadiannya disertai tokoh yang terlibat di dalam peristiwa itu. Keempat, paragraf deskripsi yaitu paragraf yang memberikan dan menggambarkan benda atau peristiwa berdasarkan tempat benda itu berada atau tempat peristiwa itu terjadi.

    Apabila ditinjau dari sifat dan fungsinya, paragraf dapat dibagi atas empat macam, yaitu Paragraf pembukan berfungsi sebagai pengantar tulisan, paragraf pokok atau paragraf isi berfungsi sebagai pemerinci persoalan yang akan disampaikan dalam tulisan itu, paragraf penutup berfungsi sebagai penutup tulisan, dan paragraf peralihan (transisi) berfungsi mengalihkan perhatian dari satu persoalan ke persoalan lain di dalam satu tulisan yang utuh.

4. Sebutkan 4 cara para ahli memandang paragraf menurut D' Angela?

    Cara pertama, paragraf dipandang sebagai bagian tulisan yang lebih besar. Paragraf menurut cara        kedua, dipandang sebagai sekelompok kalimat yang bertalian secara logis, yang dibangun oleh unsur-unsur yang menyatu berdasarkan satu topik. Cara ketiga, paragraf diamati,sebagai jenis kalimat yang diperluas. Cara memandang paragraf yang keempat adalah paragraf dianggap sebagai (karangan) kecil atau esai mini.

5. Ada berapa bagian dalam teknik analisis? Jelaskan!

    Teknik analisis dapat dibedakan atas tiga macam : 1) analisis kronologis, yang membagi peristiwa atau kejadian berdasarkan waktu; 2) analisis ruang, yang memilah-milah peristiwa atau keadaan berdasarkan tempat kejadian; 3) analisis struktual, yang menganalisis suatu masalah, fakta atau konsep menjadi bagian-bagian, tipe-tipe atau elemen-elemen atau tipe-tipe itu dihubungkan antara satu dan yang lainnya sehingga membentuk keutuhan paragraf.


Nama : Fania Septiany

NIM : 21031129

Program Studi : Administrasi Bisnis (A)

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia

Minggu, 14 November 2021

TUGAS MATERI PRESESTASI KELOMPOK 5 "KALIMAT"

1.   1.   Jelaskan bagaimana sebuah pernyataan dapat disebut sebagai kalimat?

Sugono (2002: 26-28) menjelaskan bahwa sebuah pernyataan (lisan atau tulis) dapat dikategorikan sebagai kalimat bila memiliki dua persyaratan pokok. Persyaratan pokok tersebut adalah (1) unsur predikat dan (2) permutasi atau perubahan urutan unsur kalimat. Setiap kalimat sekurang-kurangnya memiliki predikat.

 

2.     2.   Jika sebuah pernyataan tidak mengandung predikat, apakah bisa disebut kalimat? Jelaskan!

Dengan kata lain, jika suatu pernyataan memiliki predikat, pernyataan itu merupakan kalimat, sedangkan suatu untaian kata yang tidak memiliki predikat disebut frasa. Tanpa subjek dan predikat, rangkaian kata tidak dapat membentuk sebuah kalimat. Frasa merupakan gabungan dua kata atau lebih yang membentuk suatu makna. Frasa bersifat nonpredikatif atau yang sering dijelaskan sebagai gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis (subyek, obyek, keterangan, dan pelengkap) dalam sebuah kalimat.

 

3.    3.   Kalimat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis yakni kalimat tunggal kalimat majemuk, kalimat lengkap, kalimat tidak lengkap, kalimat invensi dan kalimat permutasi, buatlah masing masing atau contoh kalimat dari jenis jenis kalimat tersebut!

1.       Kalimat Tunggal

(66) Separuh pesisir Pulau Bangka (S) rusak (P).

(67) Separuh pesisir Pulau Bangka (S) rusak (P) karena aktivitas kapal pasir timah (K).

(68) Separuh pesisir Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, (S) rusak (P) karena aktivitas kapal pasir timah (K).

Kalimat tunggal pada contoh (66) adalah kalimat dasar, sedangkan kalimat tunggal pada contoh (67 dan 68) adalah kalimat tunggal yang sudah diperluas oleh unsur keterangan: keterangan sebab pada kalimat (67)

2.       Kalimat majemuk

1)       Hubungan koordinasi (majemuk setara)

(70) Candi Gedong Songo memiliki sembilan kelompok candi, tetapi sebagian kelompok candi itu sudah hilang.

Kalimat (70) terdiri atas dua klausa: (1) candi Gedong Songo memiliki sembilan kelompok candi dan (2) sebagian kelompok candi itu sudah hilang.

2)       Hubungan subordinasi (majemuk bertingkat)

(71) Candi Gedong Songo merupakan mutiara kehidupan karena menjadi sumber

nafkah bagi masyarakat sekitarnya.

Kalimat di atas terdiriatas dua klausa, yaitu (1) Candi Gedong Songo merupakan mutiara kehidupan dan (2) (Candi Gedong Songo) menjadi sumber nafkah bagi masyarakat sekitarnya. Kedua klausa itu dihubungkan oleh konjungsi karena. Klausa (1) merupakan klausa utama, sedangkan klausa (2) merupakan klausa bawahan.

 

3.       Kalimat Lengkap dan Kalimat Tidak Lengkap

1)       Kalimat elips adalah kalimat tak lengkap yang terjadi karena pelesapan beberapabagian dari klausa dan diturunkan dari kalimat tunggal.

Menonton hewan di layar kaca.

 Terserah kepada Anda.

2)       Kalimat sampingan adalah kalimat taklengkap yang terjadi dari klausa tak lengkap dan diturunkan dari kalimat majemuk bertingkat.

Karena sangat sepi.

 Seperti mengeluarkan peringatan dini.

3)       Kalimat urutan adalah kalimat berklausa lengkap, namun mengandung konjungsi yang menunjukkan bahwa kalimat itu merupakan bagian dari kalimat lain.

Setelah itu, tak ada lagi berita tentang demonstrasi.

Namun, kebijakan itu itu tidak boleh menimbulkan masalah baru bagi rakyat.

4)       Kalimat minor adalah kalimat tak lengkap yang memiliki intonasi final. Jenis kalimat ini ada yang berstruktur klausa dan ada yang tidak. Yang termasuk kalimat minor, misalnya, terlihat di bawah ini.

a) Panggilan, contoh: Zus, Prof

b) Salam, contoh: Halo, Assalamualaikum

c) Ucapan, contoh: selamat berbahagia, turut berduka cita

d) Seruan, contoh: astaga! Oh !

e) Judul, contoh: Salah Asuhan, Putri yang Tertukar

f) Motto, contoh: Kebersihan sebagian dari iman

g) Inskripsi, contoh: Di sini beristirahat dengan damai

h) Ungkapan khusus yang berupa:

 (a) Larangan: dilarang merokok

(b) Peringatan: awas anjing galak

(c) Permintaan: bayarlah dengan uang pas

(d) Anjuran: bacalah aturan pemakaiannya

(e) Harapan: semoga sukses

(f) Perintah: kurangi kecepatan

(g) Pernyataan: terima jahitan pria dan wanita

4.       Kalimat Inversi dan Kalimat Permutasi

1)       Kalimat inversi adalah kalimat yang mengharuskan predikat mendahului subjek (berpola P-S).

Ada (P) masalah (S) dalam tubuh partai.

Ada (P) kebenaran (S) dalam setiap pernyataan saksi.

Kalimat ini mensyaratkan subjek takdefinit

Ada (P) masalah tersebut (S definit) dalam tubuh partai.

Ada (P) kebenaran itu (S definit) dalam setiap pernyataan saksi.

Jika S pada kalimat tersebut diubah menjadi S definit, kalimat itu menjadi tidak berterima.

Masalah (S) ada (P) dalam tubuh partai.

Kebenaran (S) ada (P) dalam setiap pernyataan saksi.

Demikian pula halnya, jika urutan kata tersebut diubah menjadi S-P kalimat tersebut pun menjadi tidak berterima.

Masalah tersebut (S) ada (P) dalam tubuh partai.

Kebenaran itu (S) ada (P) dalam setiap pernyataan saksi.

pola S-P menjadi berterima jika subjeknya diubah menjadi definit, tetapi maknanya tentu sudah berbeda.

 

2)       Kalimat permutasi adalah kalimat yang berpola terbalik, yaitu P-S, atau P-O-S. Berbeda dengan inversi, permutasi tidak mengharuskan urutan P-S, tetapi hanyalah merupakan salah satu gaya yang dapat dipilih dari urutan yang baku

Tak perlu datang (P) dia (S). → Dia (S) tak perlu datang (P).

Menjual (P) air mineral (O) anak itu (S). -→ Anak itu (S) menjual (P) air mineral (O)

 

 

4.      4.  Salah satu syarat kalimat efektif yaitu harus gramatikal. Apa yang dimaksud dengan gramatikal disini? Jelaskan!

Gramatikal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia gramatikal yaitu sesuai dengan tata bahasa; menurut tata bahasa. Kalimat gramatikal berarti kalimat yang memenuhi kaidah-kaidah tata bahasa: kaidah pembentukan bunyi/ortografis, kaidah pembentukan kata, kaidah penyusunan kalimat, dan kaidah penulisan paragraf

 

5.       5. Sebutkan dan jelaskan hal hal yang terkait dengan gramatikal?

(1)     Kalimat harus mempunyai subjek dan predikat

(2)     Subjek tidak boleh didahului oleh kata depan

(3)     Predikat dan objek tidak diselipi kata kain

(4)     Tidak terdapat subjek ganda pada kalimat tuggal

(5)     Keterangan tambahan terletak di sebelah kanan unsur yang diterangkan

(6)     Predikat tidak boleh didahului oleh yang

(7)     Penggunaan konjungsi antarkalimat secara tepat

(8)     Penggunaan konjungsi intrakalimat pada kalimat majemuk secara tepat

Sabtu, 06 November 2021

Tugas Materi Kelompok 4 "Kata, Istilah dan Diksi"


1      1. Sebutkan perbedaan antara kata dan istilah!

Secara umum, menurut sudut pandang fonologi, kata dapat dirumuskan sebagai bentuk lingual yang memiliki urutan fonem yang tetap. Urutan tetap di sini dimaknai ‘tidak berubah’. Artinya, fonem-fonem yang menjadi unsur pembentuk kata itu tidak dapat diubah urutannya, baik melalui pengubahan posisi setiap atau sebagian fonem dalam kata maupun dengan penambahan, pengurangan, dan penyisipan satu fonem pada kata tersebut.

Hasil pemahaman dari sejumlah sumber memberi ketentuan bahwa istilah dapat diartikan sebagai kata atau gabungan kata yang memiliki makna khusus, dan penggunaannya terbatas pada ranah kegiatan atau bidang keilmuan tertentu. Dari segi makna, istilah itu sifatnya monosemantis. Artinya, dia hanya memiliki satu makna, tidak ganda atau polisemi.

 

2.       2. Sebutkan urutan prioritas sumber pengambilan istilah kedalam bahasa Indonesia?

Kosakata mewadahi konsep. Namun, ada kalanya konsep yang kita miliki
(ditambah karena temuan baru) lebih banyak dari kosakata yang tersedia untuk mewadahi
konsep itu. Dalam hal demikian, diperlukan kata atau istilah baru. Untuk memperolehnya
tentu harus ada sumber dan tata cara pengambilan atau pembentukannya. Sehubungan
dengan itu, ada tiga sumber pengambilan istilah bahasa Indonesia, dengan urutan prioritas
adalah sebagai berikut:
(1) bahasa Indonesia/Melayu,
(2) bahasa-bahasa daerah serumpun, dan 
(3) bahasa asing.

3.      3.  Syarat apa sajakah yang harus dipenuhi dalam memilih kosakata bahaha asing untuk dijadikan istilah dalam bahasa Indonesia?

-Adopsi

Pemakai bahasa mengambil bentuk dan makna kata asing itu secara keseluruhan. Contoh: supermarket, plaza, mall.

-Adaptasi

Pemakai bahasa hanya mengambil makna kata asing itu, sedangkan ejaan ata penulisannya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia. Contoh: “Pluralization” menjadi “pluralisasi”.

Penerjemahan Pemakai bahasa mengambil konsep yang terkandung dalam bahasa asing itu, lalu kata tersebut dicari padanannya dalam bahasa Indonesia. Contohnya: “Try out” menjadi “uji coba”.

-Kreasi

Pemakai bahasa hanya mengambil konsep dasar yang ada dalam bahasa Indonesia. Cara ini mirip dengan cara penerjemahan, tetapi tidak menuntut bentuk fisik yang mirip seperti cara penerjemahan.

Misal, kata dalam bahasa aslinya ditulis dalam dua atau tiga kata, sedangkan dalam bahasa Indonesianya hanya ditulis satu kata. Contoh: “Spareparts” menjadi “suku cadang”.

 

4.      4.  Sebutkan bahasa mana sajakah yang saat ini masih mungkin memberi masukan kosakatanya ke dalam bahasa Indonesia! Jelaskan mengapa demikian!

1)      Dari bahasa Melayu

2)      Dari bahasa-bahasa daerah (serumpun)

3)      Dari bahasa asing

4)      Bahasa Sanskerta

5)      Bahasa Arab, Parsi, dan Tamil

6)      Bahasa Belanda, Inggris, dan Portugis

7)      Bahasa Cina, Latin, dan Italia

Ini semua terjadi karena Indonesia beberapa kali dijajah oleh negara lain, perdagangan antar negara serta kerajaan kerajaan terdahulu.

5.      5.  Apa yang dimaksudkan dengan keutuhan kata?

Keutuhan kata adalah suatu kata yang memiliki ejaan dan bahasa yang tepat tidak di kurangi atau mengalami perubahan.

MOTIVASI

Semua orang perlu motivasi dalam kehidupannya dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lansia. Yang membedakan hanya tujuan, motivasi dapat di...