1 1. Sebutkan perbedaan antara kata dan
istilah!
Secara umum, menurut sudut pandang fonologi, kata dapat dirumuskan sebagai
bentuk lingual yang memiliki urutan fonem yang tetap. Urutan tetap di sini
dimaknai ‘tidak berubah’. Artinya, fonem-fonem yang menjadi unsur pembentuk
kata itu tidak dapat diubah urutannya, baik melalui pengubahan posisi setiap
atau sebagian fonem dalam kata maupun dengan penambahan, pengurangan, dan
penyisipan satu fonem pada kata tersebut.
Hasil pemahaman dari sejumlah sumber memberi ketentuan bahwa istilah dapat diartikan
sebagai kata atau gabungan kata yang memiliki makna khusus, dan penggunaannya
terbatas pada ranah kegiatan atau bidang keilmuan tertentu. Dari segi makna,
istilah itu sifatnya monosemantis. Artinya, dia hanya memiliki satu makna,
tidak ganda atau polisemi.
2. 2. Sebutkan urutan prioritas sumber
pengambilan istilah kedalam bahasa Indonesia?
(ditambah karena temuan baru) lebih banyak dari kosakata yang tersedia untuk mewadahi
konsep itu. Dalam hal demikian, diperlukan kata atau istilah baru. Untuk memperolehnya
tentu harus ada sumber dan tata cara pengambilan atau pembentukannya. Sehubungan
dengan itu, ada tiga sumber pengambilan istilah bahasa Indonesia, dengan urutan prioritas
adalah sebagai berikut:
(1) bahasa Indonesia/Melayu,
(2) bahasa-bahasa daerah serumpun, dan
3. 3. Syarat apa sajakah yang harus dipenuhi
dalam memilih kosakata bahaha asing untuk dijadikan istilah dalam bahasa
Indonesia?
-Adopsi
Pemakai
bahasa mengambil bentuk dan makna kata asing itu secara keseluruhan. Contoh:
supermarket, plaza, mall.
-Adaptasi
Pemakai
bahasa hanya mengambil makna kata asing itu, sedangkan ejaan ata penulisannya disesuaikan dengan ejaan bahasa
Indonesia. Contoh: “Pluralization” menjadi “pluralisasi”.
Penerjemahan Pemakai bahasa mengambil konsep yang
terkandung dalam bahasa asing itu, lalu kata tersebut dicari padanannya dalam
bahasa Indonesia. Contohnya: “Try out” menjadi “uji coba”.
-Kreasi
Pemakai
bahasa hanya mengambil konsep dasar yang ada dalam bahasa Indonesia. Cara ini
mirip dengan cara penerjemahan, tetapi tidak menuntut bentuk fisik yang mirip
seperti cara penerjemahan.
Misal,
kata dalam bahasa aslinya ditulis dalam dua atau tiga kata, sedangkan dalam bahasa
Indonesianya hanya ditulis satu kata. Contoh: “Spareparts” menjadi “suku cadang”.
4. 4. Sebutkan bahasa mana sajakah yang saat
ini masih mungkin memberi masukan kosakatanya ke dalam bahasa Indonesia!
Jelaskan mengapa demikian!
1)
Dari bahasa Melayu
2)
Dari bahasa-bahasa daerah (serumpun)
3)
Dari bahasa asing
4)
Bahasa Sanskerta
5)
Bahasa Arab, Parsi, dan Tamil
6)
Bahasa Belanda, Inggris, dan Portugis
7)
Bahasa Cina, Latin, dan Italia
Ini semua terjadi
karena Indonesia beberapa kali dijajah oleh negara lain, perdagangan antar
negara serta kerajaan kerajaan terdahulu.
5. 5. Apa yang dimaksudkan dengan keutuhan
kata?
Keutuhan kata adalah suatu kata yang memiliki ejaan dan bahasa yang tepat
tidak di kurangi atau mengalami perubahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar