1 1. Bagaimana proses perkembangan bahasa
melayu ke bahasa Indonesia? Jelaskan!
Bahasa Indonesia Abad XIX
Kesepakatan London tahun 1824 antara Inggris dan Belanda, Inggris memperoleh Semenanjung Malaya dan Singapura (yang sebelumnya berturut-turut dikuasai oleh Portugis dan Belanda). Selanjutnya, Belanda memperoleh bagian lainnya, termasuk Bengkulu (yang sebelumnya dikuasai oleh Inggris). Pembagian wilayah kekuasaan antara Inggris dan Belanda ini menyebabkan terpolarisasinya perkembangan bahasa Melayu dalam dua wilayah kekuasaan yang berbeda. Satu berkembang di Semenanjung Malaya dengan pusat budayanya di Johor, satu lagi berpusat di Riau atau dengan sebutan Riau-Lingga. Dalam bidang bahasa, dia tercatat sebagai peletak dasar-dasar pembinaan dan pembakuan bahasa Melayu di wilayah kekuasaan Kerajaan Riau-Lingga. Bukunya Bustanul Katibin (1857) berisi kaidah bahasa,yang hingga kini dianggap standar buat bahasa Melayu. Pelopor terkemuka terkait dengan pembinaan bahasa dan budaya dalam abad ke-19 ini adalah Raja Ali Haji (1808-1870
Bahasa Indonesia Abad XX
Awal abad ke-20 tercatat sebagai masa percepatan perkembangan dan peralihan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia. Pemikiran demikian didasari kenyataan bahwa bahasa Melayu sudah merupakan bahasa yang dapat dipahami dan digunakan oleh mayoritas warga yang berasal dari berbagai suku bangsa (lingua franca) di Nusantara. Pemikiran demikian didasari kenyataan bahwa bahasa Melayu sudah merupakan bahasa yang dapat dipahami dan digunakan oleh mayoritas warga yang berasal dari berbagai suku bangsa (lingua franca) di Nusantara.
2.
2. Siapa yang pertama kali mempopulerkan
bahasa Indonesia?
Bahasa Melayu dengan segala ciri yang membuatnya layak dijadikan sebagai
bahasa persatuan dalam berbangsa itulah yang mendorong para pemuda yang
bersemangat kebangsaan itu menjadikan dan menyebut bahasa Melayu sebagai bahasa
Indonesia sejak Kongres Pemuda I pada tanggal 2 Mei 1926, yang dua tahun
kemudian melalui ikrar bersejarah, Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, dinyatakan
sebagai bahasa persatuan bagi bangsa Indonesia. Namun orang yang sangat mendorong
bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
3.
3. Apa yang melatar belakangi bahasa melayu ke bahasa Indonesia?
Pelopor terkemuka terkait dengan pembinaan bahasa dan budaya dalam abad ke-19 ini adalah Raja Ali Haji (1808-1870). Dalam bidang bahasa, dia tercatat sebagai peletak dasar-dasar pembinaan dan pembakuan bahasa Melayu di wilayah kekuasaan Kerajaan Riau-Lingga. Pemantapan pembinaan dan pengembangan bahasa dilakukannya secara kontinu, walau melalui upaya lain, seperti dalam penulisan sejarah atau puisi. Diyakini bahwa bahasa Melayu di wilayah Kerajaan Riau-Lingga tidak akan sedemikian baiknya tanpa Raja Ali Haji yang telah meletakkan dasar-dasar pokok pembinaannya sehingga bahasa di kawasan ini disebut bahasa Melayu Tinggi. Pemberian sebutan demikian tentu tidak lepas dari tingkat capaian bahasa tersebut dalam kemantapan kaidah bahasanya. Adalah cukup beralasan apabila bahasa Melayu Tinggi menjadi acuan buat bahasa Melayu di wilayah yang lebih luas di Nusantara. Kenyataan demikian memberikan alasan lagi buat kita untuk mengatakan bahwa bahasa Melayu yang digunakan secara luas dan mencapai corak seperti bahasa Melayu Tinggi itulah yang menjadi dasar bahasa Indonesia.
4. 4. Mengapa bahasa Indonesia menjadi bahasa
resmi, dan bukan bahasa melayu?
Bahasa Melayu adalah Lingua Franca di area geografis Nusantara. Penyebaran bahasa Melayu tentunya mengalami proses evolusi bahasa seiring dengan penggunaannya sebagai bahasa perdagangan di era Kerajaan Sri Wijaya dan Majapahit, dari bahasa Melayu Kuna(0-1400), bahasa Melayu Klasik (1400-1800), hingga bahasa Melayu Modern (1800-sekarang). bahasa Melayu modern telah menjadi bahasa pemersatu perdagangan di hampir seluruh pelosok Nusantara selama ribuan tahun.
Dalam
peresmian bahasa Indonesia, para perintis perjuangan Indonesia sudah menyadari,
bahwa prinsip untuk mempersatukan keanekaragaman bukanlah sesederhana mengikuti
mayoritas. Maka dari itu, para konseptor Sumpah Pemuda pada saat itu lebih
memilih menggunakan bahasa yang sudah meluas, yang diketahui dan digunakan dari
ujung barat hingga ujung timur kepulauan Nusantara ; bahasa yang tanpa disadari
selama ratusan tahun terakhir telah menjadi pengikat tali perdagangan antar
berbagai suku bangsa di seluruh Nusantara. Jadi,
pemilihan bahasa Indonesia juga tidak lepas dari faktor historis dan politis
yang terjadi pada saat itu. Bahasa Indonesia dianggap sebagai simbol penting
dalam mempersatukan keanekaragaman suku bangsa, bentuk identitas nasionalisme
bangsa, dan semangat menentukan nasib sendiri untuk melepaskan dari
kolonialisme.
5. Siapa pelopor terkemuka terkait dengan Pembinaan bahasa dan budaya abad ke-19?
Pelopor terkemuka terkait dengan pembinaan bahasa dan budaya dalam abad ke-19 ini adalah Raja Ali Haji (1808-1870). Setidaknya ada tiga belas buku yang telah dihasilkannya. Tiga di antaranya berisi tentang bahasa, tiga berisi tentang sejarah, enam merupakan kumpulan puisi, dan satu lagi dalam bidang hukum. Dalam bidang bahasa, dia tercatat sebagai peletak dasar-dasar pembinaan dan pembakuan bahasa Melayu di wilayah kekuasaan Kerajaan Riau-Lingga.
Nama : Fania Septiany
NIM : 21031129
Program Studi : Administrasi
Bisnis-A
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Wah materinya bagus banget dan mudah di pahami,makasih ya kak
BalasHapus