Rabu, 16 November 2022

Membaca Melatih Kemampuan Berpikir dan Berinovatif?

 Fania Septiany, Mahasiswa Institut ManajemenWiyata Indonesia

Mahasiswa patut menggali serta mengembangkan potensi diri mereka, tidak hanya kegiatan dikampus saja apalagi hanya di kelas, mahasiswa mempunyai tugas penting menjadi agen perubahan dan pembangunan. Peran tersebut bisa dimulai dari hal yang paling dasar seperti membaca dan dapat diwujudkan dalam berbagai tulisan ilmiah yang berkualitas. Semakin banyak membaca judul dan abstrak riset maka akan semakin terbuka luas wawasan yang bisa dimiliki mahasiswa. Beberapa pakar menyebut ini sebagai exhaaustive reading, membaca sebanyak banyaknya dari berbagai sumber.  Hal-hal dasar yang mulai dilakukan ini kita dapatkan pada mata kuliah Penulisan dan Presentasi Ilmiah.

Mata kuliah Penulisan dan Presentasi Ilmiah didapatkan pada semester tiga di Institut Manajemen Wiyata Indonesia. Pada mata kuliah ini dibahas berbagai topik meliputi jenis karya tulis, pemilihan topik, pengembangan tinjauan pustaka, penghindaran plagiarisme, hingga penyusunan outline penelitian. Dari berbagai topik yang dibahas hanya diambil satu topik khusus untuk menjadi bahan tulisan ini. Namun hal yang paling penting dari mata kuliah ini adalah setelah kita mempelajari semua topik seputar penulisan karya tulis ilmiah mahasiswa berkesempatan  mengimplementasikan keterampilan  menyusun naskah karya tulis ilmiah pada tugas akhir mata kuliah ini.

Yang  diambil secara khusus dan  akan dibahas lebih lanjut pada tulisan ini adalah pemilihan topik. Topik adalah suatu isu atau pokok persoalan yang sifatnya masih umum dan abstrak, pada dasarnya merupakan pokok pembicaraan dalam keseluruhan tulisan yang digarap dan sebagai landasan yang dapat dipergunakan oleh seorang penulis untuk menyampaikan maksudnya. Aktivitas menulis tidak mungkin dilakukan tanpa topik. Oleh karena itu, kegiatan pertama yang harus dilakukan pada tahap pra penulisan ialah memilih topik (Diana Silaswati, 2018). 

Misalnya, isu mengenai Perilaku Organisasi, ini adalah topiknya, yang tentunya masih bersifat umum, permasalahan Perilaku Organisasi dalam hal apa masih belum jelas, oleh karenanya dikatakan bahwa topik masih bersifat umum dan abstrak. Sehingga langkah selanjutnya untuk membuat karya tulis ilmiah setelah diketahui topiknya, adalah pembatasan topik, kemudian menentukan tema dan judul.  

Sering sekali kita sebagai peneliti baru sering merasa kesusahan saat memulai tulisan. Maka dari itu sebelumnya dalam setiap penelitian, menurut Suyanto (1995) penentuan ruang lingkup adalah salah satu langkah penting yang harus dilakukan. Bila hal ini tidak dilakukan maka peneliti kemungkinan besar akan selalu tergoda untuk terus menggali data-data yang sebenarnya kurang berkaitan dengan tujuan dan masalah inti penelitiannya. Sering terjadi, peneliti demikian bersemangat untuk meneliti dan menelusuri suatu persoalan, sehingga ia tidak sadar akan kesukaran-kesukaran yang pasti di hadapinya karena objek penelitiannya terlampau luas. Dengan menentukan ruang lingkup, kegiatan penelitian tak akan melebar dan melantur ke sana ke mari tanpa kontrol, untuk kemudian kehilangan fokus (Diana Silaswati, 2018).

Dalam penelitian pun sebagai mahasiswa bahwasan nya sangat perlu memantau berita yang up to date diluar dan didalam negeri sehingga penelitian yang dibuat bisa membantu  menciptakan ke inovativan  untuk bangsa yang lebih maju lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MOTIVASI

Semua orang perlu motivasi dalam kehidupannya dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lansia. Yang membedakan hanya tujuan, motivasi dapat di...