Fania Septiany, Mahasiswa Institut ManajemenWiyata Indonesia
Mahasiswa
patut menggali serta mengembangkan potensi diri mereka, tidak hanya kegiatan
dikampus saja apalagi hanya di kelas, mahasiswa mempunyai tugas penting menjadi
agen perubahan dan pembangunan. Peran tersebut bisa dimulai dari hal yang
paling dasar seperti membaca dan dapat diwujudkan dalam berbagai tulisan ilmiah
yang berkualitas. Semakin banyak membaca judul dan abstrak
riset maka akan semakin terbuka luas wawasan yang bisa dimiliki mahasiswa.
Beberapa pakar menyebut ini sebagai exhaaustive reading, membaca sebanyak
banyaknya dari berbagai sumber. Hal-hal dasar yang mulai dilakukan ini kita dapatkan
pada mata kuliah Penulisan dan Presentasi Ilmiah.
Mata
kuliah Penulisan dan Presentasi Ilmiah didapatkan pada semester tiga di
Institut Manajemen Wiyata Indonesia. Pada mata kuliah ini dibahas berbagai
topik meliputi jenis karya tulis, pemilihan topik, pengembangan tinjauan
pustaka, penghindaran plagiarisme, hingga penyusunan outline penelitian. Dari
berbagai topik yang dibahas hanya diambil satu topik khusus untuk menjadi bahan
tulisan ini. Namun hal yang paling penting dari mata kuliah ini adalah setelah
kita mempelajari semua topik seputar penulisan karya tulis ilmiah mahasiswa
berkesempatan mengimplementasikan
keterampilan menyusun naskah karya tulis
ilmiah pada tugas akhir mata kuliah ini.
Yang diambil secara khusus dan akan dibahas lebih lanjut pada tulisan ini
adalah pemilihan topik. Topik adalah suatu isu atau pokok persoalan yang
sifatnya masih umum dan abstrak, pada dasarnya merupakan pokok pembicaraan
dalam keseluruhan tulisan yang digarap dan sebagai landasan yang dapat dipergunakan
oleh seorang penulis untuk menyampaikan maksudnya. Aktivitas menulis tidak mungkin
dilakukan tanpa topik. Oleh karena itu, kegiatan pertama yang harus dilakukan
pada tahap pra penulisan ialah memilih topik (Diana Silaswati, 2018).
Misalnya, isu mengenai Perilaku Organisasi, ini adalah topiknya, yang tentunya masih bersifat umum, permasalahan Perilaku Organisasi dalam hal apa masih belum jelas, oleh karenanya dikatakan bahwa topik masih bersifat umum dan abstrak. Sehingga langkah selanjutnya untuk membuat karya tulis ilmiah setelah diketahui topiknya, adalah pembatasan topik, kemudian menentukan tema dan judul.
Sering
sekali kita sebagai peneliti baru sering merasa kesusahan saat memulai tulisan.
Maka dari itu sebelumnya dalam setiap penelitian, menurut Suyanto (1995)
penentuan ruang lingkup adalah salah satu langkah penting yang harus dilakukan. Bila
hal ini tidak dilakukan maka peneliti kemungkinan besar akan selalu tergoda untuk
terus menggali data-data yang sebenarnya kurang berkaitan dengan tujuan dan
masalah inti penelitiannya. Sering terjadi, peneliti demikian bersemangat untuk
meneliti dan menelusuri suatu persoalan, sehingga ia tidak sadar akan
kesukaran-kesukaran yang pasti di hadapinya karena objek penelitiannya
terlampau luas. Dengan menentukan ruang lingkup, kegiatan penelitian tak akan
melebar dan melantur ke sana ke mari tanpa kontrol, untuk kemudian kehilangan
fokus (Diana Silaswati, 2018).
Dalam
penelitian pun sebagai mahasiswa bahwasan nya sangat perlu memantau berita yang
up to date diluar dan didalam negeri sehingga
penelitian yang dibuat bisa membantu menciptakan
ke inovativan untuk bangsa yang lebih
maju lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar