Minggu, 14 November 2021

TUGAS MATERI PRESESTASI KELOMPOK 5 "KALIMAT"

1.   1.   Jelaskan bagaimana sebuah pernyataan dapat disebut sebagai kalimat?

Sugono (2002: 26-28) menjelaskan bahwa sebuah pernyataan (lisan atau tulis) dapat dikategorikan sebagai kalimat bila memiliki dua persyaratan pokok. Persyaratan pokok tersebut adalah (1) unsur predikat dan (2) permutasi atau perubahan urutan unsur kalimat. Setiap kalimat sekurang-kurangnya memiliki predikat.

 

2.     2.   Jika sebuah pernyataan tidak mengandung predikat, apakah bisa disebut kalimat? Jelaskan!

Dengan kata lain, jika suatu pernyataan memiliki predikat, pernyataan itu merupakan kalimat, sedangkan suatu untaian kata yang tidak memiliki predikat disebut frasa. Tanpa subjek dan predikat, rangkaian kata tidak dapat membentuk sebuah kalimat. Frasa merupakan gabungan dua kata atau lebih yang membentuk suatu makna. Frasa bersifat nonpredikatif atau yang sering dijelaskan sebagai gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis (subyek, obyek, keterangan, dan pelengkap) dalam sebuah kalimat.

 

3.    3.   Kalimat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis yakni kalimat tunggal kalimat majemuk, kalimat lengkap, kalimat tidak lengkap, kalimat invensi dan kalimat permutasi, buatlah masing masing atau contoh kalimat dari jenis jenis kalimat tersebut!

1.       Kalimat Tunggal

(66) Separuh pesisir Pulau Bangka (S) rusak (P).

(67) Separuh pesisir Pulau Bangka (S) rusak (P) karena aktivitas kapal pasir timah (K).

(68) Separuh pesisir Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, (S) rusak (P) karena aktivitas kapal pasir timah (K).

Kalimat tunggal pada contoh (66) adalah kalimat dasar, sedangkan kalimat tunggal pada contoh (67 dan 68) adalah kalimat tunggal yang sudah diperluas oleh unsur keterangan: keterangan sebab pada kalimat (67)

2.       Kalimat majemuk

1)       Hubungan koordinasi (majemuk setara)

(70) Candi Gedong Songo memiliki sembilan kelompok candi, tetapi sebagian kelompok candi itu sudah hilang.

Kalimat (70) terdiri atas dua klausa: (1) candi Gedong Songo memiliki sembilan kelompok candi dan (2) sebagian kelompok candi itu sudah hilang.

2)       Hubungan subordinasi (majemuk bertingkat)

(71) Candi Gedong Songo merupakan mutiara kehidupan karena menjadi sumber

nafkah bagi masyarakat sekitarnya.

Kalimat di atas terdiriatas dua klausa, yaitu (1) Candi Gedong Songo merupakan mutiara kehidupan dan (2) (Candi Gedong Songo) menjadi sumber nafkah bagi masyarakat sekitarnya. Kedua klausa itu dihubungkan oleh konjungsi karena. Klausa (1) merupakan klausa utama, sedangkan klausa (2) merupakan klausa bawahan.

 

3.       Kalimat Lengkap dan Kalimat Tidak Lengkap

1)       Kalimat elips adalah kalimat tak lengkap yang terjadi karena pelesapan beberapabagian dari klausa dan diturunkan dari kalimat tunggal.

Menonton hewan di layar kaca.

 Terserah kepada Anda.

2)       Kalimat sampingan adalah kalimat taklengkap yang terjadi dari klausa tak lengkap dan diturunkan dari kalimat majemuk bertingkat.

Karena sangat sepi.

 Seperti mengeluarkan peringatan dini.

3)       Kalimat urutan adalah kalimat berklausa lengkap, namun mengandung konjungsi yang menunjukkan bahwa kalimat itu merupakan bagian dari kalimat lain.

Setelah itu, tak ada lagi berita tentang demonstrasi.

Namun, kebijakan itu itu tidak boleh menimbulkan masalah baru bagi rakyat.

4)       Kalimat minor adalah kalimat tak lengkap yang memiliki intonasi final. Jenis kalimat ini ada yang berstruktur klausa dan ada yang tidak. Yang termasuk kalimat minor, misalnya, terlihat di bawah ini.

a) Panggilan, contoh: Zus, Prof

b) Salam, contoh: Halo, Assalamualaikum

c) Ucapan, contoh: selamat berbahagia, turut berduka cita

d) Seruan, contoh: astaga! Oh !

e) Judul, contoh: Salah Asuhan, Putri yang Tertukar

f) Motto, contoh: Kebersihan sebagian dari iman

g) Inskripsi, contoh: Di sini beristirahat dengan damai

h) Ungkapan khusus yang berupa:

 (a) Larangan: dilarang merokok

(b) Peringatan: awas anjing galak

(c) Permintaan: bayarlah dengan uang pas

(d) Anjuran: bacalah aturan pemakaiannya

(e) Harapan: semoga sukses

(f) Perintah: kurangi kecepatan

(g) Pernyataan: terima jahitan pria dan wanita

4.       Kalimat Inversi dan Kalimat Permutasi

1)       Kalimat inversi adalah kalimat yang mengharuskan predikat mendahului subjek (berpola P-S).

Ada (P) masalah (S) dalam tubuh partai.

Ada (P) kebenaran (S) dalam setiap pernyataan saksi.

Kalimat ini mensyaratkan subjek takdefinit

Ada (P) masalah tersebut (S definit) dalam tubuh partai.

Ada (P) kebenaran itu (S definit) dalam setiap pernyataan saksi.

Jika S pada kalimat tersebut diubah menjadi S definit, kalimat itu menjadi tidak berterima.

Masalah (S) ada (P) dalam tubuh partai.

Kebenaran (S) ada (P) dalam setiap pernyataan saksi.

Demikian pula halnya, jika urutan kata tersebut diubah menjadi S-P kalimat tersebut pun menjadi tidak berterima.

Masalah tersebut (S) ada (P) dalam tubuh partai.

Kebenaran itu (S) ada (P) dalam setiap pernyataan saksi.

pola S-P menjadi berterima jika subjeknya diubah menjadi definit, tetapi maknanya tentu sudah berbeda.

 

2)       Kalimat permutasi adalah kalimat yang berpola terbalik, yaitu P-S, atau P-O-S. Berbeda dengan inversi, permutasi tidak mengharuskan urutan P-S, tetapi hanyalah merupakan salah satu gaya yang dapat dipilih dari urutan yang baku

Tak perlu datang (P) dia (S). → Dia (S) tak perlu datang (P).

Menjual (P) air mineral (O) anak itu (S). -→ Anak itu (S) menjual (P) air mineral (O)

 

 

4.      4.  Salah satu syarat kalimat efektif yaitu harus gramatikal. Apa yang dimaksud dengan gramatikal disini? Jelaskan!

Gramatikal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia gramatikal yaitu sesuai dengan tata bahasa; menurut tata bahasa. Kalimat gramatikal berarti kalimat yang memenuhi kaidah-kaidah tata bahasa: kaidah pembentukan bunyi/ortografis, kaidah pembentukan kata, kaidah penyusunan kalimat, dan kaidah penulisan paragraf

 

5.       5. Sebutkan dan jelaskan hal hal yang terkait dengan gramatikal?

(1)     Kalimat harus mempunyai subjek dan predikat

(2)     Subjek tidak boleh didahului oleh kata depan

(3)     Predikat dan objek tidak diselipi kata kain

(4)     Tidak terdapat subjek ganda pada kalimat tuggal

(5)     Keterangan tambahan terletak di sebelah kanan unsur yang diterangkan

(6)     Predikat tidak boleh didahului oleh yang

(7)     Penggunaan konjungsi antarkalimat secara tepat

(8)     Penggunaan konjungsi intrakalimat pada kalimat majemuk secara tepat

Sabtu, 06 November 2021

Tugas Materi Kelompok 4 "Kata, Istilah dan Diksi"


1      1. Sebutkan perbedaan antara kata dan istilah!

Secara umum, menurut sudut pandang fonologi, kata dapat dirumuskan sebagai bentuk lingual yang memiliki urutan fonem yang tetap. Urutan tetap di sini dimaknai ‘tidak berubah’. Artinya, fonem-fonem yang menjadi unsur pembentuk kata itu tidak dapat diubah urutannya, baik melalui pengubahan posisi setiap atau sebagian fonem dalam kata maupun dengan penambahan, pengurangan, dan penyisipan satu fonem pada kata tersebut.

Hasil pemahaman dari sejumlah sumber memberi ketentuan bahwa istilah dapat diartikan sebagai kata atau gabungan kata yang memiliki makna khusus, dan penggunaannya terbatas pada ranah kegiatan atau bidang keilmuan tertentu. Dari segi makna, istilah itu sifatnya monosemantis. Artinya, dia hanya memiliki satu makna, tidak ganda atau polisemi.

 

2.       2. Sebutkan urutan prioritas sumber pengambilan istilah kedalam bahasa Indonesia?

Kosakata mewadahi konsep. Namun, ada kalanya konsep yang kita miliki
(ditambah karena temuan baru) lebih banyak dari kosakata yang tersedia untuk mewadahi
konsep itu. Dalam hal demikian, diperlukan kata atau istilah baru. Untuk memperolehnya
tentu harus ada sumber dan tata cara pengambilan atau pembentukannya. Sehubungan
dengan itu, ada tiga sumber pengambilan istilah bahasa Indonesia, dengan urutan prioritas
adalah sebagai berikut:
(1) bahasa Indonesia/Melayu,
(2) bahasa-bahasa daerah serumpun, dan 
(3) bahasa asing.

3.      3.  Syarat apa sajakah yang harus dipenuhi dalam memilih kosakata bahaha asing untuk dijadikan istilah dalam bahasa Indonesia?

-Adopsi

Pemakai bahasa mengambil bentuk dan makna kata asing itu secara keseluruhan. Contoh: supermarket, plaza, mall.

-Adaptasi

Pemakai bahasa hanya mengambil makna kata asing itu, sedangkan ejaan ata penulisannya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia. Contoh: “Pluralization” menjadi “pluralisasi”.

Penerjemahan Pemakai bahasa mengambil konsep yang terkandung dalam bahasa asing itu, lalu kata tersebut dicari padanannya dalam bahasa Indonesia. Contohnya: “Try out” menjadi “uji coba”.

-Kreasi

Pemakai bahasa hanya mengambil konsep dasar yang ada dalam bahasa Indonesia. Cara ini mirip dengan cara penerjemahan, tetapi tidak menuntut bentuk fisik yang mirip seperti cara penerjemahan.

Misal, kata dalam bahasa aslinya ditulis dalam dua atau tiga kata, sedangkan dalam bahasa Indonesianya hanya ditulis satu kata. Contoh: “Spareparts” menjadi “suku cadang”.

 

4.      4.  Sebutkan bahasa mana sajakah yang saat ini masih mungkin memberi masukan kosakatanya ke dalam bahasa Indonesia! Jelaskan mengapa demikian!

1)      Dari bahasa Melayu

2)      Dari bahasa-bahasa daerah (serumpun)

3)      Dari bahasa asing

4)      Bahasa Sanskerta

5)      Bahasa Arab, Parsi, dan Tamil

6)      Bahasa Belanda, Inggris, dan Portugis

7)      Bahasa Cina, Latin, dan Italia

Ini semua terjadi karena Indonesia beberapa kali dijajah oleh negara lain, perdagangan antar negara serta kerajaan kerajaan terdahulu.

5.      5.  Apa yang dimaksudkan dengan keutuhan kata?

Keutuhan kata adalah suatu kata yang memiliki ejaan dan bahasa yang tepat tidak di kurangi atau mengalami perubahan.

Sabtu, 30 Oktober 2021

Tugas Materi Presentasi Kelompok 3 "Ejaan Yang Disempurnakan"

 1.      Sebutkan pemakaian tanda titik(.)!

1) Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

2) Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau

 3) Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang    

4) Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu.

5) Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, judul tulisan yang   tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit.

 6) Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang

 menunjukkan jumlah.

2.      2. Jelaskan perbedaan titik koma(;) dan titik dua(:)?

 Tanda baca titik koma (;)

1) Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang lain di dalam kalimat majemuk.

2) Tanda titik koma dipakai pada akhir perincian yang berupa klausa.

3) Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan bagian-bagian pemerincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda koma.

Tanca baca titik dua (:)

1)      Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian atau penjelasan.

2)      Tanda titik dua tidak dipakai jika perincian atau penjelasan itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.

3)      Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.

4)      Tanda titik dua dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.

5)      Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) surah dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit dalam daftar pustaka.

3.    3.  Rangkai temuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pe,belahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. Jelaskan salah satu kegunaan penggunaan tanda baca pisah berdasarkan contoh diatas?

Tanda pisah dipakai untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang  lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.

 

4.    4.  Berdasarkan taraf  intergrsinya, unsur serapan bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. Sebutkan dan Jelaskan!

Adopsi

Adopsi merupakan proses penyerapan kosa kata asing yang memiliki makna yang sama dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah ejaan, pengucapan, dan penulisan sama sekali. Beberapa contoh kata serapan dari bahasa Inggris yang mengalami proses adopsi seperti data, film, golf, internet, dan masih banyak lagi.

Adaptasi

Adaptasi merupakan proses penyerapan kata asing yang digunakan karena memiliki makna sama dalam bahasa Indonesia namun kata tersebut telah mengalami perubahan dalam ejaan, pengucapan, dan penulisannya sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Adapun beberapa contoh kata serapan dari bahasa Inggris yang melalui proses ini adalah bisnis yang diadaptasi dari kata business, aktor yang diadaptasi dari actor, dan masih banyak lagi.

Pungutan

Proses penyerapan kata asing dengan pungutan terjadi karena pemakai  mengambil konsep dasar yang ada pada bahasa asalnya. Kemudian, kata tersebut dicari terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Beberapa contoh dari kata serapan pungutan dari bahasa Inggris di antaranya 'try out' yang diserap dengan kata 'uji coba', 'download' yang diserap dengan 'unduh' dan lainnya.

 

5.     5.   Berikan contoh unsur serapan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah!

bengkel, kabar, nalar, paham, perlu, sirsak

1.   

Selasa, 26 Oktober 2021

Tugas Materi Presentasi Kelompok 2 "Ejaan Yang disempurnakan"

 

1.     1. Jelaskan pengertian dan fungsi dari ejaan bahasa Indonesia?

Mengutip dari buku Esai Penerapan Ejaan Bahasa Indonesia (2020) karya Widya Fitriantiwi, yang dimaksud ejaan adalah kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa supaya keteraturan dan keseragaman dalam penulisan bahasa dapat tercapai.

 

Menurut Siti Mutmainah dalam buku Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (2019), ejaan harus diterapkan dalam penulisan bahasa. Ejaan memiliki sejumlah fungsi penting, yaitu:

·        Landasan pembakuan tata bahasa Penggunaan ejaan dalam penulisan bahasa akan membuat tata bahasa yang digunakan semakin baku.

·         Landasan pembakuan kosa kata serta istilah Tidak hanya membuat tata  bahasa semakin baku, ejaan juga membuat pemilihan kosa kata dan istilah mennadi lebih baku.

·        Penyaring masuknya unsur bahasa lain ke bahasa Indonesia Ejaan juga memiliki fungsi penting sebagai penyaring bahasa lain ke bahasa Indonesia. Sehingga dalam penulisannya tidak akan menghilangkan makna aslinya.

·        Membantu pemahaman pembaca dalam mencerna informasi Penggunaan ejaan akan membuat penulisan bahasa lebih teratur. Hal ini membuat pembaca semakin mudah dalam memahami informasi yang disampaikan secara tertulis.

 

2.    2.   Sebutkan komponen-komponen ejaan dalam bahasa Indonesia?

·         pemakaian huruf

·         penulisan kata

·         pemakaian tanda baca

·         penulisan unsur serapan

 

 

3.     3.  Jelaskan ejaan-ejaan yang pernah berlaku di Indonesia?

1) Ejaan van Ophuijsen

Pada tahun 1901 ditetapkan ejaan bahasa Melayu dengan huruf latin yang  disebut dengan Ejaan van Ophuijsen. Van Ophuijsen merancang ejaan tersebut  dibantu oleh Engku Namawi dan Engku Ibrahim. Hal-hal yang menonjol dalam  ejaan berupa (1) huruf j untuk menuliskan kata-kata: jang, pajah, sajang dan (b) huruf oeuntuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer.

 

2) Ejaan Soewandi

Pada tanggal 19 Maret 1947 ejaan Soewandi diresmikan dan diberi julukan ejaan   Republik. Hal-hal yang menonjol dalam ejaan ini adalah (1) huruf oe diganti dengan u, seperti pada kata: guru, itu, umur dan (2) kata ulang boleh ditulis dengan angka-2, seperti: anak2, berjalan2, kebarat2an.

 

3) Ejaan Melindo

Pada akhir tahun 1959 sidang pemutusan Indonesia dan Melayu (Slametmulyana-Syeh Nasir bin Ismail, Ketua) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia). Perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya antara Indonesia dengan Malaysia mengurungka peresmian ejaan ini.

 

4) Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD)

Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan    pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagai patokan pemakian ejaan itu.

 

4.      4. Berapa macam cara yang dapat dilakukan untuk pemenggalan kata pada kata dasar?Sebutkan dan beri contoh!

Pemenggalan kata dasar

·         Huruf vokal

Jika dalam suatu kata terdapat huruf vokal yang berurutan, maka pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf vokal tersebut.

 Misalnya:

 Saat dipenggal menjadi sa-at.

 Riuh dipenggal menjadi ri-uh.

            Buang dipenggal menjadi bu-ang.

 

 

·         Huruf diftong

       Huruf diftong yaitu ai, au, ei, dan oi tidak dipenggal,
             contohnya:
              Landai dipenggal menjadi lan-dai.
              Aula dipenggal menjadi au-la.
              Survei dipenggal menjadi sur-vei.

·         Huruf konsonan

Jika di tengah suatu kata terdapat huruf konsonan, maka pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan tersebut.

Misalnya:

Dengan dipenggal menjadi de-ngan.
Negara dipenggal menjadi ne-ga-ra.
Mufakat dipenggal menjadi mu-fa-kat.

Namun jika di tengah kata terdapat dua huruf konsonan yang berhimpitan, maka pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf konsonan tersebut.
       Misalnya:

       Tampung dipenggal menjadi tam-pung.
        Lampu dipenggal menjadi lam-pu.
       Swasta dipenggal menjadi swas-ta.

Jika ditengah kata terdapat tiga huruf konsonan yang berhimpitan. Maka pemenggalannya dilakukan antara perbedaan bunyinya, seperti:

 Bangsa dipenggal menjadi bang-sa.
 Diskrit dipenggal menjadi dis-krit.
Tanggung dipenggal menjadi tang-gung.

  Kata turunan

Pemenggalan kata turunan dapat dilakukan dengan memenggal antara kata dasar dan unsur pembentuknya sehingga membentuk morfem.

Misalnya kata turunan memperbesar bisa dipenggal menjadi mem-per-besar untuk mempertahankan maknanya.

 Contoh lain pemenggalan kata turunan berdasarkan kata dasar dan unsur turunnya adalah:

 

Berbicara menjadi ber-bicara
Merasa menjadi me-rasa
Membantu menjadi mem-bantu
Terkuat menjadi ter-kuat
Merasakan menjadi me-rasakan
Mem-pertanggungjawabkan

Adapun pemenggalan kata turunan dapat dilakukan dengan memenggal unsur turunan juga kata dasarnya menjadi bentuk yang lebih kecil. Pemenggalan kata dasar disesuaikan dengan aturan sebelumnya, contohnya:

Menaruh menjadi me-na-ruh
 Tertangkap menjadi ter-tang-kap
 Memberikan menjadi mem-be-ri-kan
 Menanggung menjadi me-nang-gung
 Pemimpin menjadi pe-mim-pin

            Nama orang

Pemenggalan kata menjadi bentuk yang lebih kecil tanpa makna tidak berlaku dalam nama orang.

Misalnya nama Muhammad Hatta tidak boleh ditulis sebagai Muhammad Hat-ta. Tetapi jika penulisan ada di ujung kertas maka boleh ditulis dengan:

Muhammad - Hatta Selain nama orang, aturan ini juga berlaku untuk nama badan hukum, lembaga, dan organisasi. Adapun singkatan nama diri dan gelar yang terdiri atas dua huruf sebaiknya tidak dipenggal.

Misalnya:

Nama R.A. Kartini jangan ditulis dengan R. – A. Kartini Tetapi harus disatukan menjadi R.A. Kartini Atau ditulis dengan R.A – Kartini.

 

5.   5.   Pada hari itu dia pergi kepantai, baju yang dia pakai terlihat sangat cantik. Angin sepoi sepoi membuat rambutnya berkibas. Saudara saudaranya sangat pandai mendandaninya. Kata seorang penjaga pantai, amboi malaikat dari manakah ini.

Sebutkan ada berapakah huruf diftong yang terdapat pada paragraf diatas?

Pantai, Pakai, Sepoi, Pandai, Amboi, Saudara

 

 

Sabtu, 16 Oktober 2021

Tugas dari Materi Presentasi Kelompok 1 "Hakekat Perkembangan Bahasa Indonesia"


1    1. Bagaimana proses perkembangan bahasa melayu ke bahasa Indonesia? Jelaskan!

Bahasa Indonesia Abad XIX

Kesepakatan London tahun 1824 antara Inggris dan Belanda, Inggris memperoleh Semenanjung Malaya dan Singapura (yang sebelumnya berturut-turut dikuasai oleh Portugis dan Belanda). Selanjutnya, Belanda memperoleh bagian lainnya, termasuk Bengkulu (yang sebelumnya dikuasai oleh Inggris). Pembagian wilayah kekuasaan antara Inggris dan Belanda ini menyebabkan terpolarisasinya perkembangan bahasa Melayu dalam dua wilayah kekuasaan yang berbeda. Satu berkembang di Semenanjung Malaya dengan pusat budayanya di Johor, satu lagi berpusat di Riau atau dengan sebutan Riau-Lingga. Dalam bidang bahasa, dia tercatat sebagai peletak dasar-dasar pembinaan dan pembakuan bahasa Melayu di wilayah kekuasaan Kerajaan Riau-Lingga. Bukunya Bustanul Katibin (1857) berisi kaidah bahasa,yang hingga kini dianggap standar buat  bahasa Melayu. Pelopor terkemuka terkait dengan pembinaan bahasa dan budaya dalam abad ke-19 ini adalah Raja Ali Haji (1808-1870

Bahasa Indonesia Abad XX

Awal abad ke-20 tercatat sebagai masa percepatan perkembangan dan peralihan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia. Pemikiran demikian didasari kenyataan bahwa bahasa Melayu sudah merupakan bahasa yang dapat dipahami dan digunakan oleh mayoritas warga yang berasal dari berbagai suku bangsa (lingua franca) di Nusantara. Pemikiran demikian didasari kenyataan bahwa bahasa Melayu sudah merupakan bahasa yang dapat dipahami dan digunakan oleh mayoritas warga yang berasal dari berbagai suku bangsa (lingua franca) di Nusantara.

2.      

      2. Siapa yang pertama kali mempopulerkan bahasa Indonesia?

Bahasa Melayu dengan segala ciri yang membuatnya layak dijadikan sebagai bahasa persatuan dalam berbangsa itulah yang mendorong para pemuda yang bersemangat kebangsaan itu menjadikan dan menyebut bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia sejak Kongres Pemuda I pada tanggal 2 Mei 1926, yang dua tahun kemudian melalui ikrar bersejarah, Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, dinyatakan sebagai bahasa persatuan bagi bangsa Indonesia. Namun orang yang sangat mendorong bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

3.      

      3. Apa yang melatar belakangi bahasa melayu ke bahasa Indonesia?

      Pelopor terkemuka terkait dengan pembinaan bahasa dan budaya dalam abad ke-19 ini adalah Raja Ali Haji (1808-1870). Dalam bidang bahasa, dia tercatat sebagai peletak dasar-dasar pembinaan dan pembakuan bahasa Melayu di wilayah kekuasaan Kerajaan Riau-Lingga. Pemantapan pembinaan dan pengembangan bahasa dilakukannya secara kontinu, walau melalui upaya lain, seperti dalam penulisan sejarah atau puisi. Diyakini bahwa bahasa Melayu di wilayah Kerajaan Riau-Lingga tidak akan sedemikian baiknya tanpa Raja Ali Haji yang telah meletakkan dasar-dasar pokok pembinaannya sehingga bahasa di kawasan ini disebut bahasa Melayu Tinggi. Pemberian sebutan demikian tentu tidak lepas dari tingkat capaian bahasa tersebut dalam kemantapan kaidah bahasanya. Adalah cukup beralasan apabila bahasa Melayu Tinggi menjadi acuan buat bahasa Melayu di wilayah yang lebih luas di Nusantara. Kenyataan demikian memberikan alasan lagi buat kita untuk mengatakan bahwa bahasa Melayu yang digunakan secara luas dan mencapai corak seperti bahasa Melayu Tinggi itulah yang menjadi dasar bahasa Indonesia.

 

4.      4. Mengapa bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi, dan bukan bahasa melayu?

Bahasa Melayu adalah Lingua Franca di area geografis Nusantara. Penyebaran bahasa Melayu tentunya mengalami proses evolusi bahasa seiring dengan penggunaannya sebagai bahasa perdagangan di era Kerajaan Sri Wijaya dan Majapahit, dari bahasa Melayu Kuna(0-1400), bahasa Melayu Klasik (1400-1800), hingga bahasa Melayu Modern (1800-sekarang). bahasa Melayu modern telah menjadi bahasa pemersatu perdagangan di hampir seluruh pelosok Nusantara selama ribuan tahun.

Dalam peresmian bahasa Indonesia, para perintis perjuangan Indonesia sudah menyadari, bahwa prinsip untuk mempersatukan keanekaragaman bukanlah sesederhana mengikuti mayoritas. Maka dari itu, para konseptor Sumpah Pemuda pada saat itu lebih memilih menggunakan bahasa yang sudah meluas, yang diketahui dan digunakan dari ujung barat hingga ujung timur kepulauan Nusantara ; bahasa yang tanpa disadari selama ratusan tahun terakhir telah menjadi pengikat tali perdagangan antar berbagai suku bangsa di seluruh Nusantara. Jadi, pemilihan bahasa Indonesia juga tidak lepas dari faktor historis dan politis yang terjadi pada saat itu. Bahasa Indonesia dianggap sebagai simbol penting dalam mempersatukan keanekaragaman suku bangsa, bentuk identitas nasionalisme bangsa, dan semangat menentukan nasib sendiri untuk melepaskan dari kolonialisme.

 

5. Siapa pelopor terkemuka terkait dengan Pembinaan bahasa dan budaya abad ke-19?

Pelopor terkemuka terkait dengan pembinaan bahasa dan budaya dalam abad ke-19 ini adalah Raja Ali Haji (1808-1870). Setidaknya ada tiga belas buku yang telah dihasilkannya. Tiga di antaranya berisi tentang bahasa, tiga berisi tentang sejarah, enam merupakan kumpulan puisi, dan satu lagi dalam bidang hukum. Dalam bidang bahasa, dia tercatat sebagai peletak dasar-dasar pembinaan dan pembakuan bahasa Melayu di wilayah kekuasaan Kerajaan Riau-Lingga.


Nama                : Fania Septiany

NIM                   : 21031129

Program Studi  : Administrasi Bisnis-A

Mata Kuliah      : Bahasa Indonesia

 

MOTIVASI

Semua orang perlu motivasi dalam kehidupannya dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lansia. Yang membedakan hanya tujuan, motivasi dapat di...