Nama : Fania Septiany
NIM : 21031129
Program Studi : Administrasi Bisnis (A)
Mata Kuliah : Komunikasi bisnis
Dosen Pengampu : Bapak Ce Gunawan S.E., M.M.
BAB 1
UNDERSTANDING BUSINESS COMMUNICATION
IN TODAY'S WORKPLACE
Dalam menjalankan sebuah bisnis, dibutuhkan komunikasi yang lancar antar sesama tim atau pun partner. Namun, menjalankan bisnis bukan lah hal yang mudah. Ada yang namanya proses brainstorming di mana kamu dan tim harus bisa menyamakan ide dan pikiran.
Sehingga terciptalah sebuah komunikasi bisnis yang baik dan pesan tersebut bisa diterima oleh konsumen dengan baik. Tetapi untuk mencapai ke arah itu, memerlukan proses yang tidak mudah. Dibutuhkan persiapan yang matang dan pemilihan media yang tepat.
Perusahaan juga perlu menjaga komunikasi yang baik terhadap customer agar terjalin komunikasi bisnis yang baik dan terhindar dari adanya asumsi yang terjadi antara manajer dan tim, hal ini yang menyebabkan perusahaan tidak dapat bertahan dalam persaingan bisnis.
Oleh karena itu, Komunikasi merupakan faktor yang sangat penting dalam pencapaian tujuan suatu organisasi. Sebelum membahas mengenai asumsi dalam komunikasi bisnis. Kita perlu memahami apa yang dimaksud dengan komunikasi dan komunikasi bisnis.
Apa itu Komunikasi Bisnis?
Komunikasi adalah proses mentransfer informasi dan makna antara pengirim
dan penerima menggunakan satu atau lebih media dan saluran komunikasi. Inti dari komunikasi adalah berbagi, memberikan data, informasi, wawasan, dan inspirasi dalam
pertukaran yang menguntungkan Anda dan orang-orang yang berkomunikasi dengan kita.
Komunikasi bisnis melibatkan pertukaran informasi yang konstan. Fokus pada kepentingan perusahaan, bagi para pelaku bisnis yang ingin usahanya terus berkembang, tentunya penting untuk memahami bentuk komunikasi ini. Semakin banyak perusahaan berkembang, semakin besar tekanan pada mereka untuk menemukan cara yang lebih efektif untuk berkomunikasi dengan pekerja dan dunia luar. Oleh karena itu, bisnis dan komunikasi harus berjalan secara beriringan.
Menurut Himstreet dan Baty dalam Business communications principle and method, komunikasi bisnis adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui suatu sistem yang biasa (lazim), baik dengan simbol-simbol, sinyal-sinyal, maupun perilaku atau tindakan.
Komunikasi dalam dunia bisnis dibagi menjadi 2 bentuk dasar yaitu:
1. Komunikasi verbal
Komunikasi verbal merupakan komunikasi untuk menyampaikan pesan-pesan bisnis kepada pihak lain baik tertulis maupun lisan. Komunikasi verbal memiliki struktur teratur dan terorganisasi dengan baik.
Contoh komunikasi verbal yaitu pesan melalui surat,memo, teknologi komunikasi modern, rapat pimpinan,wawancara kerja, dll. Komunikasi yang efektif sangat bergantung pada keterampilan seseorang dalam mengirim maupun menerima pesan maka dari itu komunikasi harus disampaikan dengan baik.
2. Komunikasi Nonverbal
Komunikasi nonverbal merupakan bentuk komunikasi yang paling mendasar dalam komunikasi bisnis. Menurut teori antropologi, sebelum manusia menggunakan bahasa tubuh (body language) sebagai alat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Komunikasi nonverbal bersifat lebih spontan dibanding komunikasi verbal dalam hal penyampaian pesan.
Contoh komunikasi nonverbal yaitu sikap seseorang secara spontan mengerutkan dahi, raut muka yang berubah atau mata berkedip tanpa disengaja dan tak pernah direncanakan sebelumnya.
Komunikasi penting bagi karir dan perusahaan
Banyak perusahaan sekarang melengkapi tenaga kerja tetap mereka dengan
kontraktor independen di berbagai bidang bisnis dan teknis yang dibawa
untuk waktu yang singkat atau bahkan hanya satu proyek. Kemungkinan akan berkarir sebagai salah satu pekerja lepas, bekerja tanpa jaringan pendukung yang mapan
lingkungan perusahaan yang tersedia. Karena itu perlu berkomunikasi dengan sukses dalam berbagai situasi kerja dan bertanggung jawab penuh untuk
pertumbuhan dan kesuksesan karir dimasa mendatang.
Selain keuntungan pribadi, komunikasi juga penting bagi perusahaan. Komunikasi yang efektif membantu bisnis dalam berbagai cara,dengan cara:
- Rasa percaya yang lebih kuat antara individu dan organisasi
- Ikatan yang lebih dekat dengan komunitas penting di pasar
- Peluang untuk memengaruhi percakapan, persepsi, dan tren
- Peningkatan produktivitas dan pemecahan masalah yang lebih cepat
- Hasil keuangan yang lebih baik dan pengembalian yang lebih tinggi bagi investor
- Peringatan dini tentang potensi masalah, mulai dari kenaikan biaya bisnis hingga keselamatan kritis masalah
- Pengambilan keputusan yang lebih kuat berdasarkan informasi yang tepat waktu dan andal
- Pesan pemasaran yang lebih jelas dan persuasif
- Keterlibatan yang lebih besar dari karyawan dengan pekerjaan mereka, yang mengarah ke kepuasan karyawan yang lebih tinggi
faksi dan pergantian karyawan yang lebih rendah
Masalah atau faktor penghambat dalam bisnis bisa beraneka ragam. Apakah masalah itu kecil atau masalah besar tentu perusahaan harus berupaya dalam penyelesaian masalah asumsi.
Asumsi atau anggapan dasar ini merupakan suatu gambaran sangkaan, perkiraan, suatu pendapat atau kesimpulan sementara suatu teori sementara yang belum terbuktikan.
Menurut pendapat Winarko Surakman sebagaimana dikutip oleh Suharsimi Arikunto dalam buku Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, bahwa asumsi atau anggapan dasar adalah sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik (Suharsimi, 2006: 65).
Adanya asumsi dalam komunikasi di dunia kerja dapat terjadi ketika berbagai faktor dianggap benar tetapi tidak pernah dikonfirmasi, dan hal ini terjadi pada setiap tahap siklus komunikasi. Para manajer perusahaan harus dapat mendengarkan masukan tim dan melakukanriset pasar untuk mendukung asumsi yang disampaikan sebelum bergerak maju dengan suatu produk atau keputusan. Asumsi sendiri merupakan hal yang lumrah dilakukan dalam bisnis untuk strategi dan pengambilan keputusan berdasarkan standar tertentu.
Bagaimana tahapan dalam komunikasi, agar komunikasi dapat tercipta dengan baik. Berikut ini ada 4 langkah yang harus kamu lewati agar dapat menciptakan komunikasi bisnis yang baik.
Melakukan Perencanaan yang Matang
Sebelum melakukan komunikasi bisnis, dibutuhkan perencanaan yang matang pada tahap awal. Di mana kamu harus mempersiapkan komunikasi yang jelas. Agar saat pesan itu disampaikan dapat langsung dipahami dan mengurangi kesalahpahaman.
Dengan begitu, kamu juga akan mendapatkan perhatian dari konsumen. Buatlah suatu pesan yang mudah dimengerti, khususnya pada targetmu.
Bersikaplah Lebih Profesional
Bersikap profesional menjadi kunci utama dalam menjalankan sebuah proses komunikasi bisnis di mana, biasanya akan ada pendapat berbeda dari tim sebelum komunikasi dijalankan. Maka dari itu, sangat penting bagi kamu untuk tidak melibatkan perasaan terlalu dalam saat bekerja.
Bersikaplah lebih profesional dan agar bisa menerima setiap masukan dari tim. Dengan begitu, pesan yang akan kamu sampaikan pada target konsumenmu bisa menjadi lebih matang, jelas, dan lebih baik lagi.
Jika kamu kurang setuju, ajaklah tim untuk berdiskusi sehingga ditemukan jalan tengahnya. Dengan begitu kekompakan tim tetap terjaga.
Memiliki Sifat yang Taksis juga Efisien
Dalam menciptakan komunikasi bisnis yang baik secara tertulis, penting untuk kamu memiliki sifat yang efisien. Karena saat ini, kamu bisa memanfaatkan media digital, seperti email.
Selain itu, jika kamu melakukan pertemuan rapat secara online, tetap pastikan adanya ketepatan waktu yang baik. Bagaimana pun semua orang memiliki agendanya masing-masing. Makanya pastikan kamu tidak bertele-tela dalam menyampaikan pesan agar pesanmu dapat tersampaikan dengan baik dan jelas sebelum waktu berakhir.
Gesit Melakukan Tindak Lanjut
Dalam proses komunikasi bisnis dengan partner bisnismu, sebaiknya jika waktu yang ada tidak cukup untuk membahas semuanya. Kamu bisa membaginya menjadi 2 sesi pertemuan. Di akhir pertemuan kamu bisa memberitahu, bahwa beberapa hal penting lainnya akan ditindak lanjuti dalam pertemuan selanjutnya.
Dengan begitu, partner bisnismu pun tidak akan bingung atau merasa digantung. Dengan begitu, hubungan bersama rekan kerja pun tetap bisa terjaga dengan baik.
Sumber:
Arikunt Suharsimi, (2006), "Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik"
Courtland L. Bovee & John V. Thill, (2016), "Business Communication Essentials", Pearson.
Kompasiana, (2021), "Problem Solving terhadap Komunikasi Bisnis"
Ciputra School of Business, (2022), "Tahapan Komunikasi Bisnis"