Menurut pendapat
Suwardjono (2005) menyatakan bahwa kondisi belajar mengajar di perguruan tinggi
di Indonesia secara umum belum mengubah secara nyata wawasan dan perilaku
akademik. Hal ini terlihat dari sudut pandang, cara berpikir mahasiswa atau
lulusan perguruan tinggi yang tidak menunjukkan perbedaan dengan masyarakat
yang tidak mengenyam pendidikan tinggi.
Idealnya miliki oleh
setiap mahasiswa memiliki kemampuan hard skills dan soft klills. Namun kenyataan selama ini, perkuliahan yang terjadi
terkadang masih hanya menguatkan hard skills saja. Hard skills yang dimaksud
disini berkaitan dengan penguasaan materi perkuliahan (teori), sedangkan soft
skills lebih kearah penguat hard skills. Menurut Wagner (2008) yang termasuk
soft skills salah satunya berupa kemampuan berpikir kritis dan pemecahan
masalah.
Pentingnya berpikir
kritis bagi seorang mahasiswa yaitu seorang mahasiswa harus memiliki kemampuan
berpikir kritis serta menyimpulkan permasalahan, mengerti dan memahami
bagaimana memanfaatkan suatu informasi yang dimiliki untuk dapat dipecahkan
dari sumber yang relevan. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis
ikut menentukan keberhasilan mahasiswa dalam membangun pemahaman sebuah kritik
konstruktif terhadap suatu konsep. (Enny Diah Astuti, 2021)
Karakter yang dimiliki
oleh mahasiswa merupakan karakter yang dapat membawa perubahan dan bermanfaat
bagi orang lain. Salah satunya dalam berpikir kritis. Setiap hari manusia
dihadapkan oleh berbagai permasalahan, isu-isu, dan narasi-narasi yang
mempengaruhi kehidupan. Semua permasalahan itu tidak mungkin dapat dipikirkan
dengan mudah, sering kali permasalahan itu sulit dihadapi. Maka dari itu,
sebagai mahasiswa harus membiasakan diri untuk berpikir secara kritis agar
dapat membuat keputusan yang matang dan bijaksana. Selain itu hal ini dapat
menolong, sebab tidak mudah terprovokasi dan menelan informasi secara
mentah-mentah. Mahasiswa yang biasa berpikir kritis akan mendalam atau menggali
informasi dan memahami suatu masalah dengan baik sehingga dapat mengambil
keputusan dengan bijak. Mahasiswa yang
mempunyai kualitas pendidikan yang baik akan membawa perubahan yang baik bagi
bangsa.
Dilihat dari konteks
perbaikan kualitas pendidikan, maka Problem Based Learning merupakan salah satu
model pembelajaran yang dapat digunakan untuk memperbaiki sistem pembelajaran.
Model problem based learning merupakan
pembelajaran yang menggunakan kemampuan berpikir mahasiswa secara individu
maupun kelompok secara nyata dalam mengatasi permasalahan sehingga lebih
bermakna, relevan dan kontekstual. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based
Learning) adalah sebuah model pembelajaran yang memfokuskan pada pelacakan akar
masalah dan memecahkan masalah tersebut (Abbudin, 2011:243).
Menurut Wina Sanjaya (2010 : 214-215) terdapat tiga
ciri utama dari Problem Based Learning antara lain : pertama, Problem Based
Learning merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran, artinya dalam implementasi
Problem Based Learning ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa.
Problem Based Learning tidak mengharapkan mahasiswa hanya sekadar mendengarkan,
mencatat, dan kemudian menghapal materi pelajaran, akan tetapi melalui Problem
Based Learning mahasiswa didorong untuk aktif berpikir, berkomunikasi, mencari
dan mengolah data, sehingga pada akhirnya menyimpulkan.
Kedua, aktivitas
pembelajaran ditujukan untuk menyelesaikan masalah. Problem Based Learning
menempatkan masalah sebagai kata kunci dalam pembelajaran. Sehingga
dapat diartikan tanpa masalah tidak mungkin ada proses pembelajaran. Ketiga,
pemecahan masalah dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan berpikir secara
ilmiah.
Keterampilan berpikir
kritis mahasiswa yang dikembangkan melalui penerapan problem based learning adalah
untuk mendorong mahasiswa memiliki kemampuan mengidentifikasi masalah,
memetakan masalah, mencari solusi dalam penyelesaian secara kreatif serta cara
mahasiswa dalam bertanya dan mengemukakan pendapat dalam memberikan tanggapan
dari kelompok lain yang memiliki pendapat yang berbeda serta cara mahasiswa
bertanya dan menjawab pertanyaan dan mengemukakan pendapat berdasarkan sumber
informasi yang tepat.
Berdasarkan uraian
diatas menunjukkan bahwa penerapan problem based learning
sangat membantu untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Kemampuan
berpikir kritis inilah yang nantinya dapat dijadikan sebagai bekal mahasiswa
untuk menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi di masa
depan dan sebagai persiapan mahasiswa untuk terjun ke dalam dunia industri.
Administrasi Bisnis-A
Institut Manajemen Wiyata Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar