Banyak orang termasuk saya masih merasa belum bisa menulis. Kendala yang sering terjadi berharap tulisan saya bagus menerapkan ekspetasi berlebih kepada kemampuan saya. SPOK, tanda baca dan peraturan penulisan lainnya yang membuat ingin menyerah. Menurut saya, rasa ingin menulis muncul karena rasa ketertarikan membaca, membaca hal yang ringan-ringan saja. Biasanya saat membaca dan masuk kedalam alur tersebut setelah selesai membaca ada rasa tersendiri yang muncul, bila hal itu terjadi terus menerus memunculkan ide dan keinginan menulis.
Awal ketertarikan menulis terjadi saat dibangku Sekolah Menengah Pertama, walau saat itu hanya keinginan saja belum menulis sampai beberapa chapter. Itu terjadi karena saat itu ditawari membaca salah satu platform aplikasi komunitas online yang penggunanya dapat menulis dan membaca konten informasi dalam lingkup cerita sastra cyber (dunia sastra), yang saat itu ramai dibicarakan. Saya mulai membaca isi konten yang direkomendasikan teman-teman saya dan telarut dalam beberapa cerita yang menginspirasi dalam beberapa genre yang saya suka. Hingga saya melihat perjuangan beberapa penulis yang saya suka menerbitkan karyanya hingga saat ini. Namun, disisi lain tulisan saya berhenti, semangat menulis pun hilang. Berbarengan dengan itu saya merasa cukup bosan mungkin karena penulis yang saya suka sudah mulai berganti platform berbayar dan saya tidak mampu membeli karyanya. Dengan itu, saya pun berganti hiburan ke komik yang dapat dinikmati secara online dalam bentuk website, walau tetap ada hubungan nya dengan dunia sastra.
Pengalaman yang saya punya memang tidak menginspirasi dan tidak bisa dijadikann contoh, pengangalan ini hanya kelabilan seorang remaja yang mencari hiburan tanpa ada hasil, tapi dengan ini saya bertemu satu sosok yang menginspirasi selain dari karyanya kepribadiannya lah yang paling saya kagumi, senang bisa mengenal rintik sedu yang sering dibilang paus karena beliau tidak mau dipanggil kakak atau semacamnya.
Untuk bisa disebut sebagai penulis yang banyak penggemar mungkin saya belum sanggup atau bahkan tidak sanggup. Tapi saya menikmati saat ada tugas membuat surat menyurat, artikel, makalah,essay yang saat proses pembuatan pengennya asal kumpul aja tapi tidak semudah itu untuk saya yang sedikit perfeksionis. Dunia sastra memang sangat menyenangkan tapi saya tim penikmat saja, cukup dengan menyelesaikan tugas saya merasa seperti membuat karya sendiri.
Fania Septiany
Administrasi Bisnis-A
Institut Manajemen Wiyata Indonesia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar